Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

PPMI Assalaam Jadi Satu-Satunya Ponpes Dan Pioner Sekolah Siaga Kependudukan

Alfida Nurcholisah • Jumat, 7 November 2025 | 02:28 WIB

 

Mendukbangga Wihaji (tengah) dan Direktur PPMI Assalaam Uripto Mahmud (kiri) di sela peresmian Sekolah Siaga Kependudukan, Kamis (6/11).
Mendukbangga Wihaji (tengah) dan Direktur PPMI Assalaam Uripto Mahmud (kiri) di sela peresmian Sekolah Siaga Kependudukan, Kamis (6/11).

RADARSOLO.COM – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji resmikan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) di Pondok Pesantren Modern Islam (PPMI) Assalaam, Kamis (6/11). Tercatat empat satuan pendidikan di bawah naungan PPMI Assalaam ditetapkan sebagai SSK. Mulai dari madrasah tsanawiyah (MTs), madrasah aliyah (MA), SMA, serta SMK.

Menteri Wihaji dalam ceramahnya menegaskan, bahwa isu kependudukan tidak bisa dilepaskan dari peran keluarga. Menurutnya, segala permasalahan sosial berakar dari pondasi keluarga yang kurang kuat, sehingga pendidikan kependudukan menjadi sangat penting diperkenalkan sejak usia sekolah.

 “Substansi kependudukan itu berawal dari keluarga. Maka santri harus punya bekal sejak dini, jangan menikah muda, jangan seks pra nikah, dan jauhi napza. Tiga hal ini adalah inti dari Sekolah Siaga Kependudukan,” tegas Wihaji di hadapan ribuan santri.

Ia juga mengingatkan bahwa pernikahan dini seringkali berujung pada stunting. Karena pasangan muda belum siap secara fisik maupun mental untuk membangun keluarga.

“Pernikahan dini bisa berdampak pada anak stunting, dan itu artinya bangsa kita kehilangan generasi produktif. Jadi, kita ingin generasi muda yang sehat, cerdas, dan punya rencana hidup yang matang,” jelasnya.

Melalui SSK, pemerintah berharap nilai-nilai kependudukan dapat diintegrasikan dalam kurikulum dan kegiatan pembelajaran, baik di pesantren maupun sekolah umum. Sehingga pendidikan kependudukan tidak lagi menjadi materi tambahan, melainkan bagian dari karakter dan gaya hidup santri.

Direktur PPMI Assalaam Uripto Mahmud mengaku bangga menjadi satu-satunya pesantren di Indonesia, sekaligus pioner program SSK. Termasuk sebagai Pusat Kehidupan Berkeluarga Bagi Remaja (PKBR).

“Menjadi sebuah kehormatan bagi kami, bapak menteri berkenan hadir secara langsung meresmikan SSK di Assalaam. Ini adalah satu-satunya pondok pesantren yang beliau kunjungi untuk menjadi pioner PKBR, khususnya di lingkungan pesantren,” kata Uripto.

Menurutnya, SSK merupakan wujud nyata integrasi antara nilai-nilai agama, pendidikan, dan kesadaran kependudukan.

Melalui program ini, santri tidak hanya diajarkan ilmu agama dan akademik, tetapi juga dibekali pemahaman tentang pentingnya perencanaan kehidupan berkeluarga, kesehatan reproduksi remaja, serta peran generasi muda dalam pembangunan berkelanjutan.

“Santri adalah calon pemimpin dan calon kepala keluarga di masa depan. Maka penting bagi mereka untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab dalam membangun keluarga yang berkualitas,” imbuhnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#ppmi assalaam pioner sekolah siaga kependudukan #PPMI Assalaam Sukoharjo #mendukbangga wihaji resmikan sekolah siaga kependudukan ppmi assalaam