Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Membuang Obat Sisa Ternyata Harus Tepat, Mahasiswa Farmasi UNS Beri Informasi Penting ke Masyarakat

Arief Budiman • Senin, 10 November 2025 | 00:40 WIB

 

TURUN KE JALAN: Mahasiswa Farmasi UNS melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang penggunaan obat yang baik dan benar.
TURUN KE JALAN: Mahasiswa Farmasi UNS melakukan sosialisasi ke masyarakat tentang penggunaan obat yang baik dan benar.

 

RADARSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar aksi turun ke jalan untuk menyosialisasikan penggunaan obat yang baik dan benar kepada masyarakat. Mereka melakukan sosialisasi ke Car Free Day (CFD) Solo di Jalan Slamet Riyadi, Minggu pagi (9/11)

Kegiatan ini merupakan bagian dari Kampanye Informasi Obat (KIO) yang diikuti oleh 77 mahasiswa farmasi UNS. Aksi dilakukan di sekitar kawasan Kota Surakarta sebagai bentuk edukasi publik tentang pentingnya pengetahuan dasar mengenai obat.

Salah satu peserta, Alodya Wina Sahada, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar atau dikenal dengan konsep DAGUSIBU (dapatkan, gunakan, simpan dan buang).

“Kami memberikan informasi kepada masyarakat tentang penggunaan obat, baik obat jamu maupun obat sintetis. Banyak yang masih bingung membedakan keduanya. Padahal, ada anggapan keliru bahwa obat jamu selalu lebih baik, padahal ada juga yang bisa berdampak pada ginjal jika dikonsumsi berlebihan,” ujar Alodya.

Dia menambahkan, masyarakat juga perlu memahami bahwa obat yang baik harus diperoleh di tempat resmi, seperti apotek, rumah sakit, atau klinik.

“Jangan membeli obat di toko kelontong karena bisa jadi obat tersebut sudah kedaluwarsa atau kemasannya rusak,” imbuhnya.

Selain itu, mahasiswa juga mengingatkan agar masyarakat menggunakan obat sesuai aturan atau anjuran dokter. Termasuk dalam hal sederhana seperti tidak meminum obat menggunakan teh, tetapi air putih agar khasiat obat tidak berubah.

Terkait penyimpanan, Alodya menyontohkan masih banyak masyarakat yang menyimpan obat sirup di dalam kulkas. Padahal, suhu dingin bisa memengaruhi efektivitas kandungan obat.

“Sebaiknya obat disimpan di tempat khusus seperti kotak obat dengan suhu ruang yang stabil,” jelasnya.

Tak hanya itu, mereka juga menyosialisasikan cara membuang obat yang benar. Banyak masyarakat membuang obat sisa atau kedaluwarsa langsung ke tempat sampah. Padahal, hal tersebut bisa disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kalau ada tablet sisa, sebaiknya digerus hingga hancur, dibungkus plastik rapat, baru dibuang. Itu untuk mencegah penyalahgunaan,” tuturnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Farmasi UNS berharap masyarakat semakin paham pentingnya memperlakukan obat secara tepat—mulai dari cara mendapatkan hingga membuangnya—agar terhindar dari risiko kesehatan maupun penyalahgunaan obat. (rif/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#cfd #uns #obat #farmasi