Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dosen ISI Surakarta Kolaborasikan Seni Rakyat dan Teknologi Komunikasi untuk Memajukan Potensi Desa Tunggur, Wonogiri

Tri wahyu Cahyono • Selasa, 11 November 2025 | 21:43 WIB
Tim Dosen FSRD ISI Surakarta dan komunitas Dalem Pasinaon bangkitkan potensi seni warga Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.
Tim Dosen FSRD ISI Surakarta dan komunitas Dalem Pasinaon bangkitkan potensi seni warga Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

RADARSOLO.COM- Tim Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia  (ISI) Surakarta berkolaborasi dengan komunitas Dalem Pasinaon menyelenggarakan pentas seni yang diikuti anak-anak dan warga Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan bertajuk Sinergi Seni Rakyat dan Teknologi Digital: Penguatan Identitas Kultural Desa Tunggur "Wonogiri Nyawiji" berbasis Visual Communication Technology merupakan bagian dari program Inovasi Seni Nusantara 2025 yang dibiayai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi 2025.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat identitas kultural Desa Tunggur menggunakan teknologi visual.

Melalui media audio visual, kegiatan ini ingin memastikan keberlanjutan seni lokal yang dapat memberdayakan masyarakat Desa Tunggur guna promosi budaya, peningkatan kapasitas seni lokal, dan memantik minat generasi muda serta masyarakat luas agar warisan budaya Desa Tunggur dapat terus hidup dan berkembang.

Dalam kegiatan ini, generasi muda dan ibu-ibu Desa Tunggur dibekali keterampilan membuat konten media visual digital dan kostum fesyen karnaval.

Antusiasme ditunjukkan oleh seluruh peserta pelatihan dan pentas seni di Dalem Pasinaon dan Balai Desa Tunggur, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri.

Warga desa pelestari seni karawitan Desa Tunggur turut memeriahkan acara dengan membawakan beberapa gendhing tradisional khas Wonogiri.

Anak-anak dari Sanggar Seni Dalem Pasinaon juga memukau dengan tari rakyat kontemporernya.

Tim dosen dan mahasiswa juga merekam Kesenian Reog dan Terbangan yang menunjukkan kekayaan seni tradisi dan keislaman masyarakat Desa Tunggur.

Ketua Tim Dosen FSRD ISI Surakarta Brilindra Pandanwangi, M.Sn mengatakan,kegiatan ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata bagi penguatan identitas budaya lokal sekaligus sarana kreativitas masyarakat Desa Tunggur.

Spirit ini didukung oleh Dhiya Restu Putra, ketua Dalem Pasinaon yang menjadi mitra dalam kegiatan dengan turut aktif dalam bekerja sama untuk mewujudkan keseluruhan program karena berdampak positif bagi pelestarian seni tradisi dan budaya di desa Tunggur.

Baca Juga: Hari Wayang Dunia: ISI Surakarta Hadirkan Pagelaran Sehari Semalam, Rektor Bondet Wrahatnala Pamerkan Keahlian Mendalang

Kegiatan ini juga disambut baik oleh seluruh jajaran perangkat desa Tunggur yang turut memfasilitasi terselenggaranya seluruh kegiatan.

Apresiasi diberikan karena turut memperkuat identitas kesenian dan budaya lokal desa Tunggur yang misuwur.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan kostum karnaval dengan desain yang mewakili kekayaan agraris dan alam Desa tunggur supaya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan budaya selanjutnya. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#seni rakyat #dosen isi surakarta #Fakultas Seni Rupa dan Desain #desa tunggur #teknologi komunikasi #wonogiri #FSRD