RADARSOLO.COM - Program Studi Diluar Kampus Utama (PSDKU) Sragen-Politeknik Pariwisata Bali berdiri megah di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen. Kampus yang tengah bertransformasi menjadi Politeknik Pariwisata Solo Raya ini disiapkan sebagai pusat pendidikan pariwisata terbesar di Jawa Tengah.
Fasilitas penunjang dan area praktik kepariwisataan lengkap di PSDKU Sragen, jadi daya tarik utama bagi yang ingin menapaki kesuksesan di dunia pariwisata. Apalagi kampus ini serius mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul, dengan lulusannya memegang gelar diploma IV kompetensi spesialis perencanaan destinasi wisata.
Menyatu dengan Politeknik Pariwisata Bali, PSDKU Sragen menjamin kualitas pendidikan bertaraf nasional. Selain itu, para lulusan dipersiapkan menjadi konsultan pariwisata dan perencana destinasi yang andal.
“Masa tunggu kerja tidak lebih dari enam bulan. Umumnya, tiga bulan sudah direkrut perusahaan yang fokus pada industri pariwisata di seluruh Indonesia,” kata Koordinator Program Studi (Prodi) Destinasi Pariwisata PSDKU Sragen Dr. Rahmawati A.Md., S.Sos., MM.Par.
Jejaring kuat dengan industri pariwisata —sebagai bagian dari ekosistem Kementerian Pariwisata (Kemenpar)—, memastikan para lulusan memiliki koneksi langsung dengan perusahaan-perusahaan terbaik. Bahkan, peluang direkrut langsung oleh Kemenpar terbuka lebar.
Rahmawati menambahkan kampusnya membuka peluang bagi SDM yang ingin fokus dan terjun ke dunia pariwisata. Selain kurikulum yang relevan, mahasiswa juga berkesempatan mendapatkan beasiswa.
“Ada dua beasiswa, yakni beasiswa berprestasi dan beasiswa bantuan. Setiap angkatan ada mahasiswa yang memperoleh beasiswa,” imbuhnya.
Kehadiran PSDKU Sragen membawa misi besar, yakni meningkatkan kunjungan pariwisata di Jateng, khususnya di Solo Raya. PSDKU juga siap menjadi motor penggerak dan pencetak SDM pariwisata terbaik.
Tak mengherankan Jawa Pos Radar Solo memberikan penghargaan Top Kampus Vokasi Pariwisata, dalam Anugerah Pendidikan Radar Solo 2025 di The Sunan Hotel Solo, Selasa (28/10).
Rahmawati yang mewakili Direktur Politeknik Pariwisata Bali Dr. Drs. Ida Bagus Putu Puja, M. Kes., mengaku penghargaan ini merupakan kebanggaan. Karena menempatkan kampusnya sebagai salah satu perguruan tinggi vokasi pariwisata.
“Penghargaan ini memperindah perbendaharaan pengakuan posisi PSDKU Sragen- Poltekpar Bali,” terangnya.
Terkait sistem pendidikan, menggunakan kurikulum Perguruan Tinggi Negeri Pariwisata (PTNP) di bawah Kemenparekraf. Komposisinya 70 persen mata kuliah praktik dan 30 persen teori.
“Demi menjaga kualitas mahasiswa, di akhir semester 2 ada program magang experience minimal tujuh hari. Termasuk praktik kerja lapangan (PKL) di destinasi wisata unggulan untuk observasi,” jelasnya.
Sementara itu, PSDKU Sragen juga menjalin kerja sama internasional. Di antaranya dengan City College of Angeles Filipina, Chung Hua University Taiwan, Kyungdong University Korea Selatan, hingga Chiang Mai University Thailand. (din/fer)
Editor : fery ardi susanto