Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

PLDPI Solo Krisis Tenaga Kesehayan Untuk Layani ABK, Berharap Ada Tambahan SDM

Alfida Nurcholisah • Kamis, 13 November 2025 | 01:55 WIB

 

Tenaga kesehatan melayani anak berkebutuhan khusus (ABK) di PLDPI Solo, Rabu (12/11).
Tenaga kesehatan melayani anak berkebutuhan khusus (ABK) di PLDPI Solo, Rabu (12/11).

RADARSOLO.COM – Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusif (PLDPI) Solo komitmen memberikan layanan kesehatan dan terapi, khususnya bagi anak-anak penyandang disabilitas. Hanya saja, saat ini mengalami penurunan jumlah klien karena keterbatasan tenaga kesehatan (nakes).

PLDPI menyediakan berbagai layanan asesmen dan terapi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Di antaranya terapi wicara, fisioterapi, okupasi, perilaku, pedagogik, hingga layanan konseling.

Psikolog Klinis PLDPI Solo Shinta Sari menjelaskan, layanan kesehatan bagi ABK fokus pada program jemput bola, seperti school visit dan home visit. Program ini upaya untuk memaksimalkan pelayanan.

“Di sini kami fasilitasi selama satu jam. Rinciannya, 45 menit untuk terapi dan 15 menit konsultasi dengan orang tua,” jelas Shinta.

School visit biasanya memfasilitasi enam ABK di sekolah. Sedangkan home visit khusus untuk ABK yang fisiknya tidak mampu bergerak. Layanan tersebut dirancang untuk membantu ABK mencapai kemandirian dan mengoptimalkan kemampuan mereka.

Shinta menambahkan, PLDPI mampu menampung hingga 206 ABK. Jumlah tersebut menurun dibanding periode sebelumnya, yang mencapai 264 ABK. Ini terjadi karena mereka kekurangan nakes.

“Sekarang tenaga kesehatan kami hanya delapan orang. Sebelumnya banyak, namun sebagian telah dimutasi ke instansi lain. Sehingga kapasitas layanan ikut berkurang,” beber Kasubag TU PLDPI Solo Therisia Yuli.

Sementara itu, Kepala UPTD PLDPI Solo Siwi Purno berharap ke depan jumlah tenaga kesehatan bisa ditambah. Supaya pelayanan kembali normal seperti sedia kala.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo. Harapannya, periode selanjutnya kembali menangani 264 anak seperti sebelumnya,” bebernya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#pldpi solo krisis nakes #PLDPI Kota Surakarta #pldpi solo krisis tenaga kesehatan