Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Disdikbud Jateng Wacanakan Sekolah Enam Hari, Kasek Juga Kena Rotasi Masal

Alfida Nurcholisah • Kamis, 20 November 2025 | 01:58 WIB
Ilustrasi siswa salah satu SMK negeri di Kota Solo yang akan menjalani enam hari sekolah.
Ilustrasi siswa salah satu SMK negeri di Kota Solo yang akan menjalani enam hari sekolah.

RADARSOLO.COM – Tak hanya guru dan tenaga pendidik yang akan dirotasi, dampak wacana enam hari sekolah di jenjang SMA/SMK. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah juga akan merotasi kepala sekolah (kasek).

Kasek akan dirotasi sesuai domisili, untuk efisiensi jarak sekaligus optimalisasi persiapan enam hari sekolah.

Kepala Disdikbud Jateng Sadimin menjelaskan, sudah merotasi sejumlah jabatan kasek. Ambil contoh kasek di Wonogiri yang domisilinya di Solo. Kasek bersangkutan dirotasi ke sekolah terdekat di Kecamatan Banyudono, Boyolali.

“Kepala sekolah beberapa sudah kami roling. Senang tidak senang tetap harus bahagia. Prinsipnya kami, mendekatkan yang jauh supaya bekerja lebih optimal,” kata Sadimin saat dijumpai di SMA Pradita Dirgantara Boyolali, Selasa (18/11).

Sadimin menambahkan, disdikbud terus berupaya menata sumber daya manusia (SDM) menuju enam hari sekolah. Menurut Sadimin tidak ada persiapan istimewa, karena sebelumnya Jateng pernah menerapkan enam hari sekolah.

“Semester depan enam hari sekolah, maka (guru dan kasek) yang jauh kami dekatkan. Aturan itu kan dinamis, sudah biasa. Semoga enam hari sekolah berjalan lancar,” imbuhnya.

Di sisi lain, Kepala SMAN 4 Solo Harmini siap menjalankan aturan enam hari sekolah.

“Apapun keputusan dinas provinsi, pasti sudah melalui kajian dan tahap lapangan. Jadi kami mengikuti saja. Tujuannya kan agar anak lebih fokus belajar, tidak terlalu lelah, dan bisa meraih prestasi,” bebernya.

Harmini menyebut kebijakan lima hari sekolah berdampak positif dan negatif. Positifnya, siswa pulang sekolah lebih cepat. Sehingga punya waktu istirahat untuk sebelum jalani rutinitas kegiatan di sore dan malam hari.

“Banyak anak-anak yang selesai pembelajaran masih les sampai malam. Kalau enam hari sekolah berlaku, kan mereka bisa pulang lebih cepat. Kalau sudah terbiasa, tidak akan membebani. Tapi memang perlu penyesuaian,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua OSIS SMK 3 Solo Galang Bagus Setiawan justru memilih lima hari sekolah. Karena tiap libur pada Sabtu dan Minggu biasa dimanfaatkan untuk istirahat atau mengerjakan projek sekolah.

“Kalau saya pribadi mewakili teman-teman, lebih baik lima hari sekolah. Karena yang dua hari bisa untuk istirahat,” bebernya.

Setali tiga uang, Ketua OSIS SMAN 4 Solo Rakai Raafiko mengaku lebih nyaman lima hari sekolah.

“Biasanya, kalau Sabtu saya dan teman-teman ekstrakurikuler. Menurut saya kurang efektif kalau ekstrakurikuler dilakukan selesai pembelajaran pada Sabtu,” jelasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#sekolah enam hari #Disdikbud Jawa Tengah #disdikbud jateng #enam hari sekolah