RADARSOLO.COM – Sebanyak 31 guru dari 14 sekolah di Kabupaten Wonogiri mengikuti kegiatan Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Guru Tahap 4, yang digelar untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik di era pembelajaran modern.
Kegiatan ini melibatkan 11 SD, 2 SMP dan 1 SMA.
Masing-masing mengirimkan dua guru untuk SD dan tiga guru dari SMP dan SMA dari tiga rumpun bidang studi, yakni IPA, IPS, dan Humaniora.
Mereka tergabung dalam kelas 4A, yang difasilitasi oleh tiga pengajar berpengalaman lulusan Pelatihan Pembelajaran Mendalam bagi Pengajar, program resmi Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah pada Juni 2025 lalu.
Fokus Tingkatkan Kompetensi Guru dan Budaya Belajar
Salah satu pengajar pelatihan, Retno Pujianto dari SMK Pancasila 4 Baturetno menjelaskan, tujuan utama pelatihan adalah membentuk guru yang reflektif, kolaboratif, dan inovatif, serta mampu menciptakan budaya belajar berkualitas dan berkelanjutan di sekolah.
Secara khusus, pelatihan ini mengasah kemampuan guru dalam :
- Memahami dan menerapkan konsep kerangka kerja pembelajaran mendalam
- Menyusun rancangan pengalaman dan asesmen belajar berbasis pembelajaran mendalam
- Mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pembelajaran lintas mata pelajaran
- Melakukan refleksi dan kolaborasi antar guru melalui forum PKG, KKG, dan MGMP
Pola IN-ON-IN dan LMS Ruang GTK
Dijelaskan Retno Pujianto, pelaksanaan pelatihan ini menggunakan pendekatan pembelajaran mendalam dengan pola IN-ON-IN.
"Yakni kombinasi antara pembelajaran daring, praktik langsung di sekolah, dan refleksi lanjutan," ujar pengajar yang juga guru Matematika SMK Pancasila 4 Baturetno itu.
Kegiatan dimulai dengan asinkronus belajar mandiri melalui Learning Management System (LMS) Ruang GTK pada 28 – 29 Agustus 2025.
Setelah itu, peserta mengikuti In Service Training 1 (IN-1) selama enam hari di SMK Gajah Mungkur, Wonogiri pada 30 Agustus – 4 September 2025.
Tahap berikutnya adalah On The Job Training (ON) selama sekitar 10 minggu, di mana peserta menerapkan hasil pelatihan di sekolah masing-masing.
Setiap siklus kegiatan disertai pendampingan intensif dari pengajar.
Pada siklus pertama, setelah peserta melaksanakan pengimbasan dan praktik mengajar di sekolah masing-masing, ditunjuk satu guru model di setiap tingkat untuk praktik terbuka/open class di siklus 2 dan 3.
Bagi peserta lain yang tidak menjadi guru model, bertugas sebagai observer yang akan mengobservasi rencana pembelajaran dan praktik mengajar guru model sesuai pembagian kelompok.
Hasil observasi tersebut menjadi bahan perbaikan perangkat ajar dan strategi pembelajaran agar sesuai prinsip pembelajaran mendalam.
Talkshow dan Showcase Pembelajaran Mendalam
Usai kegiatan OJT, peserta kembali menjalani In Service Training 2 (IN-2) selama empat hari untuk melakukan evaluasi, refleksi, dan penyusunan rencana tindak lanjut.
Sebagai puncak kegiatan, kelas 4A menggelar talkshow dan showcase bertema "Bangkit Bersama Mewujudkan Pembelajaran Mendalam yang Inovatif dan Inspiratif" di Aula Gedung B Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wonogiri, Jumat (21/11/2025).
Talkshow dan showcase dibuka oleh Kepala Disdikbud Wonogiri Sriyanto, yang juga memberikan arahan dan motivasi kepada peserta pelatihan.
Dilanjutkan acara inti yakni talkshow menghadirkan tiga panelis dari peserta pelatihan.
Serta diikuti pula perwakilan BBGTK Jateng, Pengawas SD, SMP dan SMA, kepala sekolah, serta murid-murid berprestai dari peserta pelatihan yang memamerkan prestasi mereka.
Suasana semakin meriah dengan adanya pentas seni murid berpestasi, yang menambah semangat dan kebersamaan antarguru peserta pelatihan.
"Melalui kegiatan ini, peserta dapat berbagi praktik baik, menampilkan karya selama pelatihan, merefleksikan pengalaman, dan menguatkan kolaborasi antar sekolah" ujar Retno Pujianto.
Setelah melalui seluruh rangkaian kegiatan, para guru diharapkan mampu:
- Memahami konsep dan penerapan kerangka kerja pembelajaran mendalam secara tepat.
- Merancang dan melaksanakan pembelajaran bermakna dan kontekstual.
- Mengembangkan asesmen otentik yang mengukur kompetensi siswa secara menyeluruh.
- Menerapkan hasil refleksi untuk perbaikan berkelanjutan di sekolah.
- Aktif berpartisipasi dalam forum kolaboratif guru lintas sekolah (PKG/KKG/MGMP).
Dengan pelatihan ini, guru-guru di Wonogiri diharapkan mampu membawa semangat baru dalam dunia pendidikan.
Serta menjadi motor penggerak transformasi pembelajaran yang berpusat pada murid. (ria)
Editor : Syahaamah Fikria