RADARSOLO.COM-Pendidikan anak usia dini hingga sekolah dasar kian membutuhkan sarana belajar yang aman, ergonomis, dan mendukung perkembangan motorik serta kognitif.
Namun, tidak semua pelaku industri kecil memiliki kemampuan desain, manajemen, dan pemasaran yang memadai untuk memenuhi permintaan tersebut.
Kondisi inilah yang menjadi latar pelaksanaan Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 oleh tim dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta di UMKM mebel dan APE (Alat Permainan Edukatif) Klaten.
Program nasional yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini diimplementasikan sejak September hingga Desember 2025, berfokus pada penguatan kapasitas industri kreatif pendidikan melalui pendekatan seni, teknologi, dan manajemen.
Tim ISI Surakarta bekerja sama dengan CV Edu Pesona Mulia, sebuah industri kecil yang berkembang pesat dalam produksi APE dan mebel anak sekolah. Monitoring dan Evaluasi oleh ISI Surakarta dilaksanakan pada Kamis-Jumat (27-28/11/2025) dengan hasil progress yang sangat baik.
UMKM Lokal dengan Potensi Besar di Bidang Mebel dan APE
Industri kreatif di bidang pendidikan memiliki peluang besar, terutama setelah meningkatnya investasi pemerintah di bidang pendidikan, bertumbuhnya sekolah swasta, serta meningkatnya kesadaran orang tua mengenai pentingnya sarana belajar yang aman dan ramah anak.
Selain itu, Klaten memiliki potensi bahan baku dan tenaga kerja lokal yang dapat dioptimalkan menjadi produk kreatif dengan nilai guna tinggi.
Namun, tantangan dialami pada aspek inovasi desain, efisiensi produksi, manajemen usaha, dan pemasaran digital.
Kondisi ini diperkuat oleh hasil asesmen awal tim ISI Surakarta yang menemukan bahwa UMKM membutuhkan pembaruan desain produk, peningkatan kualitas visual branding, serta perbaikan struktur organisasi usaha.
CV Edu Pesona Mulia yang dipimpin oleh Agus Susilo terletak di Dukuh Ngentak RT.001/009, Desa Sajen, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada awalnya memulai usaha di bidang APE.
Seiring meningkatnya kebutuhan lembaga pendidikan dan permintaan konsumen, usaha ini mulai merambah produksi mebel anak seperti meja belajar, kursi TK/PAUD, rak buku, serta furnitur pendukung aktivitas belajar.
Peran Strategis ISI Surakarta: Inovasi dan Pemberdayaan
Tim PISN ISI Surakarta yang diketuai oleh Eko Sri Haryanto melibatkan empat dosen lintas disiplin: Indriati Suci P. (Desain Komunikasi Visual), Sri Wastiwi S. (Film dan Televisi), Ambar Wariati (Manajemen Universitas Dharma AUB Surakarta), serta tiga mahasiswa Desain Interior ISI Surakarta.
Melalui kolaborasi multidisiplin inilah pendekatan PISN dirancang lebih komprehensif dengan menggabungkan aspek desain, teknologi, ekonomi, dan sosial.
Program mencakup pelatihan desain furnitur anak yang ergonomis dan aman, pengembangan identitas visual, produksi konten video untuk pemasaran, serta penyusunan manajemen usaha yang lebih kuat.
“Kami memulai dari pemetaan kebutuhan mitra, lalu menyusun strategi penyelesaian masalah yang dihadapi. Pendekatan kolaboratif dan berkelanjutan menjadi kunci utama, agar hasil yang tercapai benar-benar dapat dimanfaatkan secara nyata,” ungkap Eko Sri Haryanto, Ketua Tim PISN.
Dari sisi mitra, manfaat kegiatan ini terasa langsung. Agus Susilo, pemilik UMKM, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan ISI Surakarta.
“Kami sangat terbantu dengan adanya program PISN ini. Pelatihan desain, manajemen, pemasaran, hingga bantuan alat produksi membawa dampak positif bagi usaha kami untuk berkembang lebih baik. Produk kami kini lebih siap bersaing dan lebih dikenal konsumen,” ujarnya.
Integrasi Teknologi dan Penguatan Sistem Usaha
Selain pelatihan desain, tim ISI Surakarta melakukan pembaruan pada sistem kerja, terutama di bidang manajemen usaha.
Hal ini karena keberlanjutan industri kecil seringkali terhambat oleh ketergantungan pada satu atau dua orang saja.
Menurut anggota tim, Ambar Wariati, penguatan struktur organisasi menjadi hal penting.
“Mitra sudah menggunakan aplikasi keuangan, tetapi dibutuhkan sistem manajemen yang lebih kuat agar pengembangan usaha tidak hanya bertumpu pada satu individu. Struktur yang baik akan mendukung keberlanjutan usaha, terutama saat produksi meningkat,” jelasnya.
Di sisi pemasaran, tim DKV dan FTV membantu menciptakan identitas visual baru, dokumentasi produk, serta video profil untuk memperkuat daya tarik di pasar digital.
Sementara itu, mahasiswa desain interior terlibat langsung dalam merancang produk yang lebih efisien, ergonomis dan ramah anak, sekaligus memberikan contoh desain yang siap diproduksi.
Dampak Sosial dan Ekonomi yang Lebih Luas
Program PISN ISI Surakarta tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan produksi, tetapi juga memberi nilai tambah pada aspek sosial dan ekonomi masyarakat Klaten.
Peningkatan kapasitas usaha memungkinkan terciptanya peluang kerja baru, terutama bagi warga di sekitar lokasi usaha.
Dari perspektif sosial, berkembangnya produk furnitur edukatif yang ergonomis membantu meningkatkan kualitas lingkungan belajar di sekolah-sekolah kecil, ABK dan PAUD yang menjadi pelanggan utama CV Edu Pesona Mulia.
Secara ekonomi, peningkatan efisiensi produksi dan pemasaran membuat UMKM memiliki peluang memperluas jaringan pemasaran ke luar daerah, bahkan ke tingkat nasional melalui pameran industri kreatif yang difasilitasi ISI Surakarta.
Mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi dan SDGs
Kegiatan PISN merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama pengabdian kepada masyarakat yang terintegrasi dengan pembelajaran dan riset.
Program ini juga mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) ISI Surakarta, antara lain: keterlibatan dosen di luar kampus, pengalaman mahasiswa di dunia kerja, kolaborasi kampus dengan industri, serta kontribusi nyata perguruan tinggi bagi masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama tujuan nomor 9 mengenai Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, serta tujuan terkait peningkatan kualitas pendidikan.
Menumbuhkan Budaya Kreativitas dan Kolaborasi
Salah satu aspek penting dari kegiatan ini adalah keterlibatan mahasiswa. Mereka tidak hanya belajar desain secara teoretis, tetapi juga memahami bagaimana desain diaplikasikan untuk menjawab kebutuhan nyata UMKM dan masyarakat.
Pengalaman ini mempertemukan mahasiswa dengan dunia kerja sesungguhnya mulai dari diskusi dengan pengrajin, observasi proses produksi, hingga penyusunan strategi promosi.
Bagi kampus seni, pendekatan ini menjadi bentuk nyata bagaimana kreativitas dan inovasi dapat memberi kontribusi pada pembangunan masyarakat.
Langkah Berkelanjutan
Dengan adanya pelatihan, pendampingan, dan bantuan alat produksi, UMKM kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berinovasi dan berkembang.
Sementara itu, ISI Surakarta berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan berbagai mitra untuk mendukung penguatan sektor industri kreatif berbasis seni dan desain.
Program PISN 2025 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku industri lokal mampu menciptakan dampak nyata, tidak hanya bagi pengembangan usaha, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat serta peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. (*)
Editor : Tri wahyu Cahyono