Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Menanamkan Generasi Peduli Pewaris Bumi, 120 Siswa SD di Solo Lakukan Hal Positif

Arief Budiman • Selasa, 2 Desember 2025 | 14:10 WIB
CINTA LINGKUNGAN: Siswa sekolah dasar di kawasan Manahan ini memberi simbol cinta lingkungan dengan memeluk pohon dan memasang tanda cinta, Senin (1/12/2025).
CINTA LINGKUNGAN: Siswa sekolah dasar di kawasan Manahan ini memberi simbol cinta lingkungan dengan memeluk pohon dan memasang tanda cinta, Senin (1/12/2025).

RADARSOLO.COM — Ada pemandangan yang menghangatkan hati Senin pagi (1/12/2025).

Sekira 120 siswa dari salah satu sekolah dasar (SD) di kawasan Manahan berbaris rapi di halaman sekolah, tidak untuk berolahraga, melainkan untuk sebuah misi mulia: Hari Memeluk Pohon.

Kegiatan ini merupakan bagian integral dari program Adiwiyata sekolah, yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia sangat dini.

Di bawah langit pagi yang cerah, anak-anak kecil itu berhamburan menuju deretan pohon rindang di sekitar sekolah.

Dengan wajah ceria, tangan-tangan mungil itu merentang, melingkari batang pohon dengan pelukan yang erat dan tulus.

Guru pendamping Agustinus menjelaskan, esensi di balik kegiatan sederhana memeluk pohon ini, mereka dapat merasakan kedekatan dengan alam dan memahami pentingnya menjaga lingkungan.

Menurutnya, menanamkan cinta lingkungan adalah hal yang sangat krusial.

Anak-anak adalah generasi yang akan mewarisi bumi, dan mereka perlu sadar bahwa kerusakan lingkungan sering kali berawal dari kesalahan manusia.

Program Adiwiyata ini dirancang untuk menciptakan budaya sekolah yang ramah lingkungan.

Selain aksi memeluk pohon yang menggemaskan, para siswa ini telah dibiasakan dengan kegiatan praktis lainnya, seperti membuat eco-enzyme dari bahan sisa makanan dan merawat tanaman di sekitar area sekolah.

Sekolah bahkan turut melibatkan orang tua secara langsung.

Mereka diminta membawa benih tanaman dari rumah, yang kemudian ditanam oleh anak-anak di lingkungan sekolah, menjadikan proses belajar lebih kontekstual dan bermakna.

Agustinus berharap, melalui kegiatan-kegiatan ini, kepedulian tidak hanya berhenti pada slogan.

"Kita berharap cinta lingkungan ini tidak hanya sekadar slogan, tapi dapat diwujudkan dalam tindakan nyata," tutup Agustinus.

Ia optimistis bahwa kebiasaan baik—seperti membuang sampah pada tempatnya dan merawat tanaman—akan tertanam kuat, menjadikan mereka generasi penerus yang bertanggung jawab terhadap alam. (rif/bun)

 

Editor : Niko auglandy
#pohon #sd #aksi