RADARSOLO.COM – Menyambut Hari Disabilitas Internasional, SLB Negeri 1 Karanganyar menggelar pertunjukan berbagai kolaborasi karya seni. Mulai dari pembacaan puisi, menyanyi, fashion show, dan beragam tarian tradisional maupun konvensional Rabu (3/12). Dosen Seni Tari Jonet Sri Kuncoro melatih siswa SLBN 1 Karanganyar untuk menyukseskan pementasan ini.
“Kami coba mengimplementasikan sesuai bidang pendidikan karena kami dari seni tari, kami coba kenalkan kepada anak-anak tarian tradisional dan kontemporer,” ungkap Jonet Sri Kuncoro.
Jonet mengaku pelatihan ini sudah terlaksana sejak 2004 sebagai bentuk dukungan kampus bagi anak-anak disabilitas. Selain itu dia juga mengungkapkan ISI Surakarta selalu mengupayakan pemenuhan fasilitas pendidikan ramah difabel.
“Di ISI sendiri sudah terdapat akses jalan khusus untuk difabel netra atau daksa. ISI Surakarta juga memiliki Budmergo, alat inovasi untuk membantu disabilitas rungu menikmati musik dalam bentuk getaran. Getaran ini kemudian diwujudkan dalam bentuk garis keras lembut dan seberapa lama dirasakan oleh siswa, ternyata dari hasil garis tersebut bisa dijadikan karya lukisan,” ucap Jonet.
Pengaplikasian Budmergo dalam seni tari ini juga membantu siswa dalam menangkap getaran irama yang tidak bisa mereka dengar, namun bisa dirasakan menjadi patokan gerak mereka dalam menari. Inovasi ini diharapkan bisa mendapat dukungan dari perusahaan supaya lebih bermanfaat bagi khalayak dan dapat didistribusikan kepada anak-anak.
Kegiatan ini juga diapresiasi oleh PLT Cabdin Pendidikan Wilayah VI Sugiharto. Dia mengungkapkan semangat siswa disabilitas perlu terus didukung melalui pelatihan-pelatihan keterampilan, salah satunya lewat karya seni.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini di hari disabilitas nasional, anak-anak ini sangat luar biasa, tidak ada kurangnya. Terutama puncaknya saat tarian kolaborasi tadi, saya terharu sampai meneteskan air mata. Mereka tidak perlu dikasihani tapi mereka perlu didorong dan di-support untuk terus berkarya,” ungkapnya usai acara.
Kepala SLB Negeri 1 Karanganyar Farida Yuliati menjelaskan, peringatan hari disabilitas ini setiap tahunnya diadakan sebagai bentuk apresiasi kepada anak berkebutuhan khusus. Dia mengaku kolaborasi dengan ISI Surakarta menciptakan semangat baru bagi sekolah untuk terus mendukung kemampuan siswa di bidang seni.
“Kami dari dulu sudah melakukan kolaborasi dengan ISI, dan kehadiran ISI sangat membantu kami dalam kolaborasi seni tari, pantomim, maupun nyanyian supaya lebih harmonis dalam pertunjukan,” ujar kepala sekolah. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy