Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

FSP ISI Surakarta Sosialisasi Kampus Seni dan Pelatihan Literasi di SMKN 9 Surakarta: Siswa Berpotensi Jadi Praktisi atau Akademisi di Masa Depan

Alfida Nurcholisah • Sabtu, 6 Desember 2025 | 02:40 WIB
BERSINERGI: FSP ISI Surakarta dan Jawa Pos Radar Solo gelar sosialisasi kampus seni dan pelatihan jurnalistik di SMKN 9 Surakarta, Jumat (5/12).
BERSINERGI: FSP ISI Surakarta dan Jawa Pos Radar Solo gelar sosialisasi kampus seni dan pelatihan jurnalistik di SMKN 9 Surakarta, Jumat (5/12).

RADARSOLO.COM – Fakultas Seni Pertunjukan (FSP) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta memperluas sosialisasi dan pelatihan literasinya ke sekolah-sekolah tingkat SMK di Solo Raya.

Kali ini, giliran SMKN 9 Surakarta menjadi sasaran program pengenalan kampus seni, sekaligus pelatihan jurnalistik yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Solo, Jumat (5/12).

 Kegiatan ini diikuti 120 peserta dari jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), Seni Rupa, Desain Produksi Kriya (DPK), dan Animasi. Dalam acara ini, digelar juga performa dari beberapa ekstrakurikuler (ekskul).

Mulai dari ekskul pencak silat, hingga tari. Salah satu yang mencuri perhatian adalah perform dari Kinara Mahendra, siswa Kelas X Animasi I SMKN 9 Surakarta disabilitas rungu yang ikut ekskul tari dengan pakai alat dengar. Mahasiswa Prodi Teater ISI Surakarta ikut unjuk gigi dengan membacakan puisi dalam acara ini.

MAHASISWA PRODI TEATER ISI SURAKARTA MEMBACAKAN PUISI
MAHASISWA PRODI TEATER ISI SURAKARTA MEMBACAKAN PUISI

Dosen Etnomusikologi ISI Surakarta Wini Krisan Arya hadir sebagai narasumber. Dia mengenalkan peluang pendidikan seni bagi lulusan SMK. Dia juga turut membagikan pengalaman pribadinya sebagai mantan siswa SMK yang kini berkarir sebagai akademisi di bidang musik budaya.

“Saya berasal dari SMK dan melanjutkan pendidikan di Prodi Etnomusikologi ISI Surakarta. Saya ingin memotivasi adik-adik, bahwa siswa SMK memiliki bekal kemampuan praktis yang sangat dibutuhkan ketika kuliah di ISI Surakarta,” jelas Wini.

Dia berharap para siswa yang telah memiliki keterampilan setelah lulus dari vokasi bisa mengembangkan keterampilan profesional mereka bersama ISI Surakarta.

"Para siswa ini diharapkan bukan hanya sebagai praktisi, tetapi juga akademisi yang bertanggungjawab dalam berkarya dan memiliki dasar kebudayaan," imbuhnya saat ditemui di sela-sela acara.

KINARA MAHENDRA (TENGAH), SISWA SMKN 9 SURAKARTA DISABILITAS RUNGU YANG IKUT EKSKUL TARI DENGAN PAKAI ALAT DENGAR
KINARA MAHENDRA (TENGAH), SISWA SMKN 9 SURAKARTA DISABILITAS RUNGU YANG IKUT EKSKUL TARI DENGAN PAKAI ALAT DENGAR

Kepala SMKN 9 Surakarta Triman menyampaikan dukungan penuh terhadap program ini, tepatnya sebagai jembatan bagi siswa untuk memahami jalur pendidikan seni secara profesional.

"Melalui kegiatan ini kami merasa diperhatikan dan didampingi dalam menyiapkan generasi masa depan. Sejalan dengan program keahlian seni rupa, DKV, animasi, dan DPK ini banyak yang tertarik untuk melanjutkan ke perguruan tinggi, terutama di ISI," jelas kepala sekolah.

Menanggapi pelatihan literasi yang diberikan Jawa Pos Radar Solo, pihak sekolah merasa pembekalan kebahasaan perlu dimiliki setiap siswa. Pelatihan jurnalistik ini diharapkan mampu melatih kemampuan siswa untuk berani berbicara dan mengungkapkan pendapat, baik dalam lisan maupun tulisan.

Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Redaktur Jawa Pos Radar Solo Adi Prasetyawan yang memberikan pelatihan jurnalistik di acara ini.

Dia menekankan para siswa untuk belajar menganalisis berbagai komponen jurnalistik, terutama 5W+1H. Para siswa diajak menelaah poin-poin penting pemberitaan dengan menyampaikan data sesuai apa yang ada di lapangan.

Pelatihan ini memberikan pandangan baru bagi para siswa, salah satunya seperti yang dirasakan oleh Ramadhan Rado Fernando, siswa kelas XII Seni Rupa SMKN 9 Surakarta.

"Pelatihan ini memberikan pengetahuan baru bagi kami, terutama dalam hal berbahasa. Karena komunikasi menjadi bekal utama yang diperlukan kami untuk menghadapi hal-hal di masa depan," ungkapnya.

Hal ini linier dengan apa yang dipelajarinya saat ini di SMK, Rado juga berharap bisa melanjutkan pendidikan di kampus ISI Surakarta, terutama di bidang seni rupa. "Sesuai dengan materi hari ini, ilmu itu tidak ada batasannya, jadi ayo kita kejar apa yang kita mau dan kita cita-citakan," pungkasnya. (alf/nik)

 

 

Editor : Niko auglandy
#isi surakarta #SMKN 9 Surakarta