Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

SMA Unggulan Rushd dan Algobash Gelar National Junior Science Technology Olympiad 2025  

Ahmad Khairudin • Selasa, 9 Desember 2025 | 21:21 WIB

 

Para peserta National Junior Science Technology Olympiad (JSTO) yang digelar SMA Unggulan Rushd bekerja sama dengan platform asesmen digital terkemuka Algobash.
Para peserta National Junior Science Technology Olympiad (JSTO) yang digelar SMA Unggulan Rushd bekerja sama dengan platform asesmen digital terkemuka Algobash.

RADARSOLO.COM-SMA Unggulan Rushd bekerja sama dengan platform asesmen digital terkemuka Algobash resmi menyelenggarakan National Junior Science Technology Olympiad (JSTO).

Sebuah kompetisi tingkat nasional bagi siswa SMP dan sederajat di seluruh Indonesia.

Pada gelaran pertama ini, 3.767 peserta dari 1.904 sekolah di seluruh Indonesia berkompetisi pada bidang Matematika, Sains dan Informatika dengan tingkat kompleksitas soal yang merujuk pada kontestasi Olimpiade Sains Nasional.

Kompetisi berlangsung dalam tiga tahap yaitu Seleksi Regional yang sudah dilakukan pada tanggal 6-7 Desember 2025, Seleksi Nasional yang akan diselenggarakan pada tanggal 13-14 Desember 2025, dan tahapan terakhir yaitu Grand Final yang akan diselenggarakan di SMA Unggulan Rushd pada tanggal 4-5 Januari 2025.

Antusiasme peserta datang dari seluruh wilayah Indonesia, dengan Provinsi Jawa Barat menjadi peserta dengan jumlah terbanyak yaitu 1.139 siswa.

Disusul oleh Provinsi Jawa Tengah 606 siswa, Provinsi Jawa Timur 560 siswa, Provinsi DKI Jakarta 412 siswa, Provinsi Banten 212 siswa, Provinsi DI Yogyakarta 118 siswa.

Berikutnya, Provinsi Sulawesi Selatan 98 siswa, Provinsi Sulawesi Utara 87 siswa, Provinsi Kepulauan Riau 80 siswa dan Provinsi Sumatera Utara 68 siswa.

Selain memperebutkan gelar juara, para peserta juga berkompetisi untuk memperebutkan beasiswa dari SMA Unggulan Rushd dan hadiah uang tunai.

Pada gelaran pertama ini, JSTO menghadirkan bidang lomba informatika, menjadikannya sebagai satu-satunya kompetisi nasional pertama di tingkat SMP dan sederajat yang menempatkan kompetisi kemampuan computational thinking.

Dengan menambahkan bidang informatika ini, Rushd ingin menyiapkan generasi muda Indonesia untuk memahami berbagai tantangan global dan siap untuk menguatkan kemampuan berpikir logis dan problem solving.

Membangun fondasi STEM sejak dini yang merupakan motor penggerak inovasi serta memberikan kesempatan bagi siswa di seluruh Indonesia untuk berkompetisi secara suportif dan merayakan proses.

Baca Juga: SMA Unggulan Rushd Sragen Borong Prestasi berbagai Ajang Bergengsi Kompetisi Nasional

Sejauh ini 40,8% peserta mendaftar pada lomba matematika, diikuti dengan dan Sains sebanyak 39,2%, lalu informatika 18,2%.

Menggelar kompetisi nasional JSTO merupakan salah satu misi Rushd untuk meningkatkan exposure anak sejak dini terhadap ilmu terapan, bukan hanya teori di dalam ruang kelas.

SMA Unggulan Rushd percaya bahwa inovasi hadir bukan dari soal menghafal rumus atau mengejar nilai, melainkan tentang memahami bagaimana ilmu bekerja dalam memecahkan tantangan kehidupan sehari-hari.

“SMA Unggulan Rushd melihat JSTO sebagai ajang kompetisi sehat yang suportif, tempat siswa dapat mengasah kemampuan berpikir kritis, problem-solving, dan literasi sains sebagai fondasi masa depan," terang Eko Sugiyanto, Head of Principal SMA Unggulan Rushd dalam keterangan tertulis yang diterima radarsolo.jawapos.com, Selasa (9/12/2025).

"Rushd percaya bahwa Matematik, Sains dan Informatika bukan hanya ilmu kompetisi, tetapi ilmu terapan, dasar dari inovasi teknologi, ekonomi, dan pembangunan nasional,” imbuh dia.

Menjadi partner dari SMA Unggulan Rushd dalam menggelar JSTO, Elfino Sitompu, CEO Algobash mengatakan, kerja sama dengan SMA Unggulan Rushd untuk menyelenggarakan JSTO menunjukkan bagaimana teknologi dapat memperluas akses kompetisi berkualitas nasional.

"Melalui platform asesmen Algobash, siswa SMP dan sederajat dari seluruh Indonesia dapat berkompetisi secara adil dan terstandarisasi,” ungkapnya.

Sebagian besar, yakni sekitar 71%, pendaftar JSTO berusia 13-14 tahun.

Namun, sekitar 15% pendaftar berusia di bawah umur 13 tahun yang mengindikasikan ambisi akademik dan minat kompetitif anak Indonesia sudah tertanam sejak usia dini. (*)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#Algobash #National Junior Science Technology Olympiad 2025 #sma unggulan rushd