RADARSOLO.COM–SMK Negeri 1 Boyolali menggelar pameran kewirausahaan bagi siswa-siswi di lingkungan sekolah, Selasa (9/12/2025).
Kegiatan ini merupakan bagian implementasi dari proyek kewirausahaan dan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) yang bertujuan mengembangkan kemampuan siswa dalam merancang, memproduksi, serta memasarkan produk usaha secara langsung.
Ketua Panitia Pameran Kewirausahaan SMKN 1 Boyolali Titik Ekawati menjelaskan, pameran ini membantu siswa meningkatkan pengalaman dalam melakukan proyek bisnis secara nyata.
"Harapan kami dari kegiatan ini bisa ikut menumbuhkan jiwa kreatifitas anak-anak. Serta menumbuhkan semangat juang anak-anak supaya mereka bisa menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha," beber Titik, Selasa (9/12).
Inovasi Produk: Keripik Pepaya Jadi Primadona
Dalam pameran tersebut, ditampilkan lima stand utama yang memamerkan hasil karya produk buatan siswa.
Beragam hasil olahan keripik dipamerkan. Seperti keripik pisang aneka rasa, keripik daun pepaya, keripik bayam, serta keripik usus.
Namun, inovasi yang paling mencuri perhatian adalah produk Keripik Pepaya.
Produk ini secara resmi dilaunching) dalam acara pameran tersebut, di mana penjualan nantinya akan difokuskan melalui media sosial.
Berkomitmen Mencetak Pemilik Usaha
Kepala SMKN 1 Boyolali Agus Margono menegaskan, SMK yang ideal harus memiliki tiga tujuan utama.
Yakni menciptakan wirausahawan muda, menciptakan tenaga kerja terampil, dan memfasilitasi siswa untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.
Baca Juga: MPLS Di SMKN 1 Boyolali Dikemas Menyenangkan, Sangat Ramah Untuk Murid Baru
Agus menekankan, di SMKN 1 Boyolali, aspek kewirausahaan selalu diutamakan.
“Kenapa di sini wirausaha selalu di nomor satukan? Karena saya ingin mencetak SMKN 1 Boyolali untuk menjadi pemilik usaha di kemudian hari,” jelas Agus.
Menurutnya, pameran kewirausahaan ini bukan sekadar memamerkan produk, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi siswa SMP yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
"Kita tidak hanya memberikan teori di atas kertas, tapi kita juga memberikan implementasi nyata terkait kompetensi yang dipahami. Dan ini adalah puncak kegiatan," pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono