RADARSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar International Summit on Science, Technology, and Humanity (ISETH) 2025 di Gedung Induk Siti Walidah Lantai 7 UMS, Rabu (10/12). Konferensi internasional ini merupakan langkah untuk memperkuat kiprah riset di tingkat global.
Mengusung tema “UMS Berdampak”, konferensi internasional ini menghadirkan 865 presenter artikel dari 33 negara. Direktur Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Publikasi, dan Sentra Kekayaan Intelektual (DRPPS) UMS Sarjito menjelaskan, jumlah artikel yang masuk tahun ini meningkat dibanding sebelumnya.
Selain publikasi ilmiah, sejumlah riset juga mulai diarahkan pada hilirisasi. Berupa pengurusan kekayaan intelektual dan kerja sama dengan mitra industri.
“Beberapa sudah mulai diindustrialisasi, bekerja sama dengan mitra. Baik melalui KSO maupun sharing license. Ketika HAKI sudah dihilirisasi, peneliti bisa mulai mendapatkan reward,” jelas Sarjito, Kamis (11/12).
ISETH 2025 juga diisi ISETH Exhibition di lantai 2 Gedung Induk Siti Walidah. Pameran ini menampilkan berbagai produk inovasi hasil riset, program pengabdian masyarakat, hingga pengembangan bisnis kampus. Total ada 13 booth yang berpartisipasi. Mulai dari booth mahasiswa, dosen, mitra desa binaan, hingga Sentra KI.
Kegiatan juga diisi dialog interaktif yang menghadirkan perwakilan Kampung Edukasi Durensari, Desa Wisata Gerabah Putaran Miring sebagai juara 1 Pesona Indonesia Award kategori Cinderamata m serta mahasiswa peraih juara 3 Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Mereka berbagi pengalaman dan perjalanan dalam mengembangkan program unggulan masing-masing.
Salah satu narasumber, mahasiswa UMS Suryani Elmaghfiroh, menceritakan pengalamannya saat mengikuti PIMNAS dengan produk Lentera Zyland. Ia mengaku tidak menyangka langsung meraih prestasi pada kompetisi pertama yang diikutinya.
“Saya sangat senang, karena mengikuti PIMNAS ini adalah lomba pertama saya dan Alhamdulillah langsung dapat juara. Ditambah lagi pengalaman berkunjung ke Makasar,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto