Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Dorong Penguatan Literasi Digital Tenaga Pendidik

Alfida Nurcholisah • Senin, 15 Desember 2025 | 01:28 WIB

 

workshop pemanfaatan digital dalam pembelajaran di SMPN 21 Solo, pekan lalu.
workshop pemanfaatan digital dalam pembelajaran di SMPN 21 Solo, pekan lalu.

RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo terus berupaya memperkuat literasi dan kompetensi digital guru. Salah satunya melalui workshop pemanfaatan digital dalam pembelajaran di SMPN 21 Solo, pekan lalu.

Workshop diikuti 46 guru dan tenaga kependidikan, untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam integrasi teknologi digital ke dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Materi mencakup pengenalan dasar coding, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga optimalisasi perangkat dan platform pembelajaran digital yang dapat diterapkan langsung di kelas.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Ariyatno menjelaskan, penguatan kompetensi digital menjadi salah satu fokus utama disdik. Menurutnya, keberhasilan transformasi pembelajaran tidak hanya ditentukan ketersediaan sarana, tetapi juga kesiapan dan kreativitas guru dalam memanfaatkannya.

“Kami mendorong sekolah-sekolah untuk aktif meningkatkan kompetensi guru, khususnya dalam literasi digital. Teknologi tidak boleh hanya menjadi pelengkap, tetapi harus dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran yang mampu meningkatkan kreativitas, daya pikir kritis, kolaborasi, serta keterlibatan aktif siswa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Disdik Kota Surakarta secara bertahap telah menyiapkan ekosistem pendidikan digital yang terintegrasi. Upaya tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penyediaan pelatihan berkelanjutan, serta pemanfaatan sarana pendukung pembelajaran berbasis teknologi, seperti Interactive Flat Panel (IFP) yang telah terpasang di seluruh satuan pendidikan negeri di Kota Surakarta.

“Dengan dukungan infrastruktur yang sudah tersedia, kami berharap guru semakin percaya diri dan inovatif dalam menyajikan pembelajaran. Harapannya, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memahami cara berpikir komputasional dan memecahkan masalah secara kreatif,” tambahnya.

Sejalan dengan kebijakan Disdik tersebut, Kepala SMP Negeri 21 Surakarta Wegang Sri Sulanjari menyampaikan bahwa workshop ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran sekaligus mendukung transformasi pendidikan digital. Ia menilai, penguatan kompetensi digital guru merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

“Peningkatan kompetensi digital guru adalah keharusan. Melalui workshop ini, para guru dibekali pemahaman dan keterampilan praktis agar mampu mengadopsi serta mengimplementasikan teknologi terbaru, seperti coding dan AI, dalam proses pembelajaran,” ungkapnya.

Ia berharap, materi yang diperoleh selama workshop tidak berhenti pada tataran konsep, tetapi dapat diterapkan secara nyata di ruang kelas. Dengan demikian, pembelajaran di SMPN 21 Surakarta menjadi lebih interaktif, kontekstual, dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Nasional saat ini.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus mendorong inovasi pembelajaran berbasis teknologi, agar siswa merasa lebih tertarik, termotivasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” pungkasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#workshop literasi dan kompetensi digital guru #dinas pendidikan kota solo #disdik kota solo