Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Bijak Sampah, Kelola Limbah Asyik via Game Edukatif Berbuah Medali Emas FIKSI 2025

Alfida Nurcholisah • Sabtu, 20 Desember 2025 | 00:34 WIB
Surya Azra Putra, Muhammad Rayendra, dan guru pendamping Inayah Adi Oktaviana berdiskusi terkait pengembangan Bijak Sampah, Jumat (19/12).
Surya Azra Putra, Muhammad Rayendra, dan guru pendamping Inayah Adi Oktaviana berdiskusi terkait pengembangan Bijak Sampah, Jumat (19/12).

RADARSOLO.COM - Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar bagi kota dan kabupaten di Indonesia. Inilah yang mendasari Surya Azra Putra dan Muhammad Rayendra, siswa kelas XI MAN 2 Solo hadirkan game edukasi bertajuk Bijak Sampah.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) 2024 mencatat, timbulan sampah nasional mencapai 38,5 juta ton per tahun. Namun, baru sekira 34 persen yang terkelola. Sedangkan 66 persen sisanya masih belum tertangani secara optimal.

Nah, Surya Azra Putra dan Muhammad Rayendra tertantang untuk berkontibusi dalam mengurai masalah sampah. Salah satunya lewat game edukatif Bijak Sampah.

Game ini dirancang sebagai media pembelajaran alternatif, untuk meningkatkan literasi pengelolaan sampah sejak usia dini. Khususnya bagi siswa sekolah dasar (SD).

“Awalnya setelah kami riset di beberapa sekolah, ternyata masih banyak anak-anak SD belum memahami cara mengelola sampah dengan benar. Maka kami inisiatif membuat game edukasi Bijak Sampah,” ungkap Surya saat ditemui di sekolahnya, kemarin (19/12).

Bijak Sampah dikemas dalam bentuk game edukasi interaktif, dengan tiga fitur utama. Mulai dari Bersih Sampah, Kelola Sampah, dan Bank Sampah. Pada fitur Bersih Sampah, pengguna diajak memainkan game pilah sampah, tangkap sampah, hingga membersihkan lingkungan.

“Di dalam fitur ini, anak-anak diajarkan memilah sampah sesuai jenisnya. Mulai dari organik, anorganik, hingga sampah B3,” jelas Rayendra.

Visual permainan digambarkan dalam suasana sungai yang dipenuhi berbagai objek, seperti sampah, ikan, dan bom. Pemain harus memilah sampah sesuai instruksi, namun tidak boleh menangkap ikan atau bom.

Di fitur Kelola Sampah, fokus pada pemanfaatan sampah yang telah dipilah menjadi produk berdaya guna. “Misalnya sampah plastik, bisa diolah menjadi pot bunga. Sedangkan sampah organik diolah jadi pupuk atau eco enzyme,” imbuhnya.

Tak hanya tersedia dalam bentuk game digital, Bijak Sampah juga dikembangkan dalam bentuk game fisik. Berupa kartu Bijak Sampah.

Cara mainnya, pemain mengambil sampah di sekitar sesuai instruksi pada kartu. Ini mendorong anak-anak untuk belajar secara langsung dan aktif di lingkungan.

Adapun fitur Bank Sampah, memberikan poin dari hasil pilah dan kelola sampah. Poin ini bisa ditukarkan dengan berbagai produk ramah lingkungan. Seperti sikat gigi dari bambu, sedotan stainless, botol minum, hingga suvenir batik.

Selama pembuatan, Rayendra dan Surya dibimbing guru pendamping Inayah Adi Oktaviana dan Annita Nur Kusumastuti. Menurut Inayah, Bijak Sampah memiliki nilai edukatif yang kuat. Karena menggabungkan pembelajaran digital dengan praktik langsung.

Menurutnya, pendekatan tersebut membuat anak lebih mudah memahami konsep pengelolaan sampah. Selain itu, juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.

“Anak-anak tidak hanya belajar lewat layar, tetapi juga diajak berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar. Ini penting untuk membentuk kebiasaan baik dalam pengelolaan sampah,” paparnya.

Dalam proses pengembangannya, Surya dan Rayendra membutuhkan waktu sekira lima bulan. Tantangan yang dihadapi, yakni kendala teknis pemrograman hingga keterbatasan perangkat yang kerap mengalami penurunan performa.

Usaha tak pernah mengkhianati hasil. Bijak Sampah berhasil menyabet medali emas Festival dan Inovasi Kewirausahaan Siswa (FIKSI) 2025 di Exhibition Hall Smesco, Jakarta, Oktober lalu.

Sesuai ketentuan lomba, game Bijak Sampah juga dipasarkan dengan harga Rp 5.000, sebagai bagian dari penguatan aspek kewirausahaan siswa. Terbukti, game ini laku di pasaran dengan jumlah pembeli hingga ratusan orang. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#game bijak sampah emas FIKSI 2025 #game bijak sampah man 2 solo