Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Soal TKA Juga Dikeluhkan Siswa SMA Dan SMK Di Solo, Paragraf Terlalu Panjang HIngga Waktu Pengerjaan Cupet

Alfida Nurcholisah • Kamis, 1 Januari 2026 | 18:16 WIB

 

Siswa SLB YPAC Solo mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) di sekolah setempat, Senin (3/11).
Siswa SLB YPAC Solo mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) di sekolah setempat, Senin (3/11).

RADARSOLO.COM – Pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) terus menuai keluhan dari siswa SMA/SMK sederajat di Kota Solo. Mereka menilai soal-soal yang diujikan pada 3-6 November lalu terlalu sulit, tidak sesuai dengan pembelajaran di sekolah, serta jauh berbeda dengan kisi-kisi maupun simulasi yang diberikan sebelumnya.

Keluhan disampaikan Alika Umi Fadilah, siswi kelas XII jurusan akuntansi SMKN 3 Solo. Ia mengaku sebagian besar soal TKA menuntut kemampuan berpikir kritis. Bacaannya panjang dan pilihan jawaban hampir serupa.

“Soal ini menuntut ketelitian dan fokus menganalisa. Apalagi jawabannya hampir sama semua. Jadi harus detail,” keluh Alika, Kamis (1/1).

Alika menilai mata pelajaran (mapel) matematika paling menyulitkan. Materi yang diujikan tidak pernah dipelajari di kelas. Sedangkan tingkat kesulitannya mendekati soal ujian tulis berbasis komputer (UTBK).

“Kalau matematika, soal yang diujikan beda dengan yang di sekolah. Materinya mirip soal UTBK. Bahkan menurut saya lebih sulit. Padahal waktu mengerjakan terbatas. Saya tidak pernah belajar materi itu di kelas, persiapannya juga kurang,” imbuhnya.

Keluhan serupa disampaikan Shafiya Eberlin Ardia, siswi kelas XII SMAN 1 Solo. Ia mengaku soal bahasa Indonesia dan bahasa Inggris menuntut konsentrasi tinggi. Karena satu bacaan digunakan untuk beberapa soal, dengan teks cukup panjang.

“Kalau di sekolah, bahasa Indonesia biasanya satu bacaan untuk satu soal. Tapi di TKA, satu bacaan bisa sampai lima soal, dengan naskah yang panjang. Jadi butuh konsentrasi ekstra,” urainya.

Shafiya menyebut keterbatasan waktu menjadi kendala utama. Khususnya pada mapel matematika.

“Waktunya hanya 50 menit untuk mengerjakan 25 soal matematika. Sedangkan di sekolah diberi waktu dua jam untuk 30 soal. Di TKA banyak soal hitungan dan ada pilihan ganda kompleks. Ini sangat menyulitkan,” bebernya.

Selain itu, Shafiya menyoroti ketimpangan akses materi belajar.

“Saya sudah ikut dua bimbingan belajar, tapi masih kesulitan juga. Padahal tidak semua siswa punya kesempatan ikut les,” ujarnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#TKA 2025 #soal tka #tes kemampuan akademik di solo