Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

SLB YPAC Solo Akhirnya dapat MBG Perdana, Bikin Semangat Siswa ke Sekolah

Alfida Nurcholisah • Jumat, 9 Januari 2026 | 07:35 WIB
PERTAMA KALI: Siswa ABK DI SLB YPAC Solo menyantap menu MBG yang dipasok dari SPPG Bumi, Laweyan, Kamis (8/1).
PERTAMA KALI: Siswa ABK DI SLB YPAC Solo menyantap menu MBG yang dipasok dari SPPG Bumi, Laweyan, Kamis (8/1).

RADARSOLO.COM — Setelah penantian cukup lama, siswa anak berkebutuhan khusus (ABK) di SLB YPAC Solo akhirnya mendapat jatah makan bergizi gratis (MBG), Kamis (8/1/2026).

MBG perdana ini mendapat antusiasme tinggi dari siswa. Terbukti tingkat kehadiran siswa ke sekolah melonjak.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, ratusan ABK di SLB YPAC Solo dengan lahap menyantap menu MBG yang dibagikan.

Menariknya, mereka makan bersama dengan beralaskan tikar di halaman sekolah. Sebagian siswa makan dengan disuap guru, orang tua, atau teman sebaya karena keterbatasan fisik.

Kepala SLB YPAC Solo Jalaludin Khawarizmi menjelaskan, total 149 siswa ABK menerima manfaat MBG. Menu MBG disalurkan dari SPPG Bumi, Kecamatan Laweyan. 

Di hari pertama kemarin, MBG sengaja dibagikan pukul 09.00, bertepatan dengan jam istirahat pertama. Waktu ini dipilih, mengingat sebagian siswa pulang lebih awal pukul 10.00.

“Alhamdulillah, hari ini (kemarin) MBG pertama kali di sekolah kami. Anak-anak makan saat istirahat pertama,” jelas Jalaludin.

Pihak sekolah mengapresiasi program MBG yang sangat membantu pemenuhan gizi siswa ABK. Selain itu, juga berdampak positif terhadap motivasi dan kehadiran siswa di sekolah.

“Anak-anak senang. MBG ini jadi penyemangat mereka untuk datang ke sekolah. Sebelumnya anak-anak datang seminggu dua kali, sekarang setiap hari sekolah,” beber Jalaludin.

Terkait penyaluran menu MBG, lanjut Jalaludin, ABK yang masih kecil atau dengan keterbatasan fisik mendapat pendampingan dari guru, orang tua, maupun teman sebaya. Sehingga mereka bisa menikmati makanan dengan nyaman.

Ke depan, SLB YPAC berharap program MBG terus berlanjut dan dikembangkan. Bahkan jika memungkinkan, dilaksanakan langsung di dapur masing-masing sekolah.

Selain itu, mereka juga berharap adanya pelibatan orang tua dalam pemenuhan gizi anak.

“Harapan kami, MBG bisa dilakukan di dapur sekolah dan melibatkan orang tua. Ya supaya orang tua juga tahu gizi yang terbaik bagi anak-anak,” ujar Jalaludin. (alf/fer)

Editor : Niko auglandy
#SLB #YPAC #Mbg