Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta Luluskan 240 Mahasiswa

Alfida Nurcholisah • Rabu, 14 Januari 2026 | 23:05 WIB
KHIDMAT: Institut Islam Mambaul Ulum (IIM) Surakarta gelar wisuda di Graha Saba Buana, Rabu (14/1/2026).
KHIDMAT: Institut Islam Mambaul Ulum (IIM) Surakarta gelar wisuda di Graha Saba Buana, Rabu (14/1/2026).

RADARSOLO.COM  Institut Islam Mambaul Ulum (IIM) Surakarta kembali meluluskan ratusan mahasiswa dalam Wisuda ke-40 Diploma, Sarjana, dan Magister yang digelar khidmat di Graha Saba Buana, Rabu (14/1/2026). Sebanyak 240 mahasiswa resmi diwisuda. Terdiri dari 132 wisudawan dan 108 wisudawati.

Rektor IIM Surakarta Edy Muslimin menegaskan, wisuda kali ini menjadi bagian dari langkah strategis kampus dalam mempersiapkan transformasi menuju universitas. Sejak berdiri, IIM Surakarta telah meluluskan lebih dari 17 ribu mahasiswa. Konsisten juga memadukan keunggulan akademik, kedalaman spiritual, dan juga kepekaan sosial sebagai ciri khas perguruan tinggi Islam.

“Institut Islam Mambaul Ulum Surakarta meneguhkan diri sebagai perguruan tinggi Islam yang tidak hanya mencetak lulusan cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat integritas dan matang kepribadiannya,” ujar Edy dalam sambutannya.

Dia menambahkan, di tengah tantangan global seperti disrupsi teknologi, krisis nilai, dan tantangan moral, lulusan perguruan tinggi Islam dituntut tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pelopor perubahan, penjaga nilai, dan pelayan umat.

“Kami tidak hanya ingin melahirkan magister, sarjana, dan diploma yang kompeten, tetapi insan akademik yang memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” tegasnya.

IKUT BAHAGIA: Rektor IIM Surakarta Edy Muslimin mewisuda mahasiswinya yang dinyatakan lulus.
IKUT BAHAGIA: Rektor IIM Surakarta Edy Muslimin mewisuda mahasiswinya yang dinyatakan lulus.

Sebagai bagian dari langkah menuju universitas, IIM Surakarta menargetkan menjadi world class Islamic university pada 2040. Saat ini, pihak kampus tengah mengajukan pembukaan Program Studi Magister Hukum Keluarga (S2) dan menunggu pemenuhan dosen bergelar doktor sebagai syarat perizinan. Selain itu, sejumlah program studi baru juga direncanakan, yakni Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling Islam, dan Manajemen Pendidikan Islam.

Edy memaparkan, saat ini Fakultas Syariah memiliki dua program studi, yaitu S1 Hukum Ekonomi Syariah dan Hukum Keluarga Islam. Fakultas Tarbiyah menaungi tiga program studi S1, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), PGMI, dan PAUD. Sementara Fakultas Dakwah memiliki dua program studi, yaitu Komunikasi dan Penyiaran Islam serta Manajemen Dakwah.

“Kami juga telah menyelesaikan reviu kurikulum. Ke depan, setiap program studi akan dibekali mata kuliah kewirausahaan yang disesuaikan dengan karakter prodinya,” jelasnya.

Untuk mendukung persiapan menuju universitas, IIM Surakarta juga memberikan beasiswa studi lanjut bagi dosen yang belum bergelar doktor. Saat ini, sebanyak lima dosen telah mendapatkan subsidi beasiswa S3.

Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani turut hadir dalam wisuda tersebut, dia menyampaikan apresiasi kepada IIM Surakarta atas kontribusinya dalam pembangunan pendidikan di Kota Solo. Dia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal pengabdian di tengah masyarakat.

“IIM Surakarta telah lama menjadi bagian penting dalam pembangunan pendidikan Kota Surakarta. Kampus ini tidak hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter islami, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Astrid berpesan agar para lulusan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang kerja dan menjadi agen perubahan dengan membawa nilai keislaman dan kebangsaan.

Pada wisuda ke-40 ini, predikat lulusan terbaik diraih oleh Marshanda Tasya Kamila dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,9. Dia mengaku tidak menyangka berhasil meraih capaian tersebut.

“Kaget dan tidak menyangka, tapi senang karena perjuangan selama ini tidak sia-sia. Kuliah di sini fleksibel, bisa sambil bekerja, dan biayanya juga ramah di kantong,” ungkapnya.

Koordinator Kepertais Wilayah 10 Jawa Tengah, Prof. Dr. H. Nizar, M.Ag. yang hadir dalam acara ini menilai IIM Surakarta memiliki potensi besar untuk te­rus berkembang menjadi pusat institusi Islam yang mode­rat inklusif, baik di tingkat nasional maupun internasional.

”Kami berharap IIM bisa terus meningkatkan kompetensi melalui akreditasi program studi maupun akreditasi institusi sebagai bagian dari peningkatan mutu akademik,” ungkapnya. (alf/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#Graha Saba Buana #Institut Islam Mambaul Ulum #mahasiswa #wisuda