Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

UMS Kukuhkan Lima Guru Besar, Perkuat Kontribusi Keilmuan Dan Kapasitas Akademik

Alfida Nurcholisah • Selasa, 20 Januari 2026 | 18:27 WIB

 

Rektor UMS Harun Joko Prayitno kukuhkan guru besar di Edutarium KH Ahmad Dahlan, Selasa (20/1).
Rektor UMS Harun Joko Prayitno kukuhkan guru besar di Edutarium KH Ahmad Dahlan, Selasa (20/1).

RADARSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kukuhkan lima guru besar di Edutarium KH Ahmad Dahlan, Selasa (20/1). Pengukuhanan ini bukti komitmen UMS dalam penguatan kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan.

Kelima guru besar yang dikukuhkan, yakni Prof. Dr. Ir Suranto, Prof. Ir. Eko Setiawan, Prof. Dr Umi Budi Rahayu, Prof. Heru Supriyono, serta Prof. Andri Nirwana. Rektor UMS Harun Joko Prayitno menjelaskan, saat telah memiliki 71 guru besar. Ia menargetkan terwujudnya program one UMS one guru besar, sebagai upaya memperkuat mutu akademik dan reputasi institusi.

“Para guru besar tidak hanya dituntut unggul dalam jabatan akademik, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam riset, pengabdian kepada masyarakat, serta kontribusi nyata bagi bangsa dan umat,” ucapnya.

Guru besar bidang kepakaran technopreneurship Prof. Suranto menyampaikan, inkubator thecnopreneurship dikelola sebagai sistem strategis yang mengubah ide menjadi inovasi demi keberlanjutan bisnis di era digital.

“Pengembangan inkubator thecnopreneurship bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi juga menggali bakat dan membuka peluang potensi kemandirian sumber daya manusia (SDM)," ungkapnya.

Guru besar kepakaran optimasi dan logistik Prof. Eko Setiawan menambahkan, hidup berdampingan dengan risiko bencana bukanlah suatu kepasrahan. Melainkan ekspresi kedewasaan dalam membaca realitas.

“Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan mitigasi banjir, yang terintegrasi dan berbasis wilayah untuk menjaga keberlanjutan pangan petani di sepanjang Sungai Bengawan Solo,” paparnya.

Beralih ke guru besar bidang fisioterapi neuromuscular Prof. Umi Budi Rahayu, ia memaparkan inovasinya alat latihan keseimbangan pasca stroke, yakni personal balance feedback (PBF). “PBF ini alat deteksi dan latihan keseimbangan pasca stroke yang sederhana. Mudah dibawa dan akurat sesuai kemampuan tubuh,” jelasnya.

Di sisi lain, guru besar kepakaran instrumentasi dan kendali Prof Heru Supriyono menyampaikan pengembangan sistem aplikasi instrumentasi dengan teknologi IoT, yang mendukung otomatisasi proses pembangunan berkelanjutan.

“Hasil pengujiannya dapat meningkatkan efektivitas proses industri, meminimalkan gangguan kesehatan orang di sekitar, serta memudahkan analisis lanjutan dengan penyimpanan berbasis pusat data,” urainya.

Sementara itu, guru besar ilmu tafsir Prof. Andri Nirwana menyebut tafsir tidak lagi dimaknai sebagai disiplin hermeonetika teks pada makna ayat, Melainkan sebagai disiplin etika publik yang aktif berdialog dengan realitas kebangsaan.

“Alquran dijadikan sumber orientasi moral pada kehidupan nasional, tanpa diubah menjadi ideologi negara atau alat legitimasi politik. Reposisi ini membuka ruang baru bagi kajian tafsir yang relevan, kritis, dan berdaya guna dalam konteks kebangsaan modern,” paparnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#Guru Besar UMS #pengukuhan guru besar ums #universitas muhammadiyah surakarta