Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

UNS Dampingi UKM Ayik Ecoprint Bantul Tingkatkan Daya Saing Produk Ramah Lingkungan

Nur Pramudito • Jumat, 23 Januari 2026 | 12:38 WIB
UNS mendampingi UKM Ayik Ecoprint Bantul meningkatkan kualitas produk ramah lingkungan, manajemen usaha, dan pemasaran digital.
UNS mendampingi UKM Ayik Ecoprint Bantul meningkatkan kualitas produk ramah lingkungan, manajemen usaha, dan pemasaran digital.

RADARSOLO.COM - Tim Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (PKM-UNS) Surakarta melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan mendampingi UKM Ayik Ecoprint di Jaranan, Panggungharjo, Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas produksi ecoprint dan eco-tik, penguatan tata kelola manajemen usaha, serta perluasan pemasaran berbasis digital untuk meningkatkan daya saing produk unggulan daerah.

Kegiatan ini dipimpin oleh Catur Sugiarto, S.E., M.SM.,M.Rech.,Ph.D.,CDMP, bersama Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., dan Ratna Endah Santoso, S.Sn., M.Sn. serta diperkuat Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si dan Andreansyah Saputra.

Tim didukung dua mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Anggerka Harum Oktaviana dan Mi'raj Akbar Pradianto.

Selain itu, kegiatan ini juga didukung Dr. Siti Arifah, S.e., M.si. dari Universitas Tidar dan Dr.junaid M.shaikh, B.com (hons)., M.com., M.phil., G.d.c.a., Ph.d. dari Utb School Of Business, University Technology Brunei.

Program yang diusung bertajuk "Upaya Peningkatan Pendapatan Masyarakat Panggungharjo Sewon Bantul Diy."

Kabupaten Bantul dipilih karena memiliki posisi strategis sebagai wilayah penyangga pariwisata dan industri kreatif DIY.

Batik Bantul dan produk ecoprint termasuk komoditas unggulan daerah yang potensial dikembangkan, sejalan dengan RPJMD Bantul 2021–2026.

Ayik Ecoprint sendiri merupakan UMKM yang berdiri sejak 2020 dan mengembangkan produk pakaian berbasis pewarna alami dari dedaunan, kulit kayu, bunga, dan kopi.

Meski produknya telah menembus pasar nasional bahkan ekspor ke Prancis, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan.

Permasalahan utama yang dihadapi meliputi proses produksi yang masih manual sehingga memerlukan waktu lama, kualitas warna yang belum stabil dan mudah luntur, keterbatasan peralatan produksi, manajemen usaha yang belum terstruktur, serta pemasaran digital yang belum optimal.

Melalui program PKM ini, tim UNS menerapkan berbagai langkah konkret.

Di bidang produksi, dilakukan pelatihan dan pendampingan teknik ecoprint berbasis riset, termasuk optimalisasi proses fiksasi menggunakan tawas dan mordan ramah lingkungan untuk meningkatkan ketahanan warna.

Selain itu, mitra juga difasilitasi peralatan produksi modern serta mesin feeder batik untuk meningkatkan efisiensi kerja tanpa mengurangi nilai artistik.

"Penerapan teknologi tepat guna ini mampu mempercepat proses produksi dan meningkatkan konsistensi kualitas warna produk ecoprint dan eco-tik," menurut Catur Sugiarto

Di sisi manajemen, tim memberikan pelatihan tata kelola usaha meliputi pembukuan sederhana, pemisahan aset usaha, pembagian tugas (jobdesk), hingga penerapan siklus manajemen PDCA (Plan-Do-Check-Act).

Pendampingan dilakukan secara langsung agar sistem manajemen dapat diterapkan secara berkelanjutan.

Sementara itu, penguatan pemasaran dilakukan melalui pelatihan digital marketing, pembuatan materi promosi seperti leaflet dan konten media sosial, serta pendampingan pemanfaatan marketplace dan e-commerce.

Produk Ayik Ecoprint juga didorong untuk aktif mengikuti pameran dan bazar UMKM guna memperluas jejaring pasar.

Melalui pendampingan berkelanjutan ini, UKM Ayik Ecoprint diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing, sekaligus menjadi contoh pengembangan industri kreatif ramah lingkungan berbasis inovasi dan kolaborasi internasional.

Editor : Nur Pramudito
#ramah lingkungan #uns #universitas negeri surakarta #ayik ecoprint #pkm uns #Bantul #UKM #PKM