RADARSOLO.COM - Transformasi pembelajaran berbasis teknologi bukan lagi sekadar wacana di SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. Melalui gelaran Empowering Educator with Google & Exploring Science yang digelar di Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (25/1) pagi, sekolah ini menunjukkan bagaimana penguatan kompetensi guru dan prestasi sains siswa berjalan beriringan dalam satu ekosistem pendidikan modern.
Kegiatan ini sengaja dihelat di ruang publik agar lebih dekat dengan masyarakat. Sejumlah guru dan siswa SMA Al-Azhar Syifa Budi turut terlibat aktif dalam acara ini, mulai dari pengenalan program sekolah, penyerahan sertifikat, hingga pameran karya ilmiah siswa.
Kepala SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo Masykur Fitriawan mengakui, kegiatan ini ditujukan untuk mengenalkan bagaimana sekolah serius dalam mengembangkan pendidikan berbasis teknologi dan sains kepada masyarakat Solo.
"Acara ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat bahwa SMA Al-Azhar Syifa Budi jadi salah satu sekolah yang di dalamnya inovasi atau pemanfaatan teknologi dilakukan secara maksimal," terang Masykur kepada Jawa Pos Radar Solo.
Masykur menjelaskan ada dua kegiatan dalam acara Empowering Educator with Google and Exploring Science.
“Pertama, Alhamdulillah karena kami sebagai salah satu sekolah Google Reference School itu kan di antara syaratnya adalah seluruh guru harus sudah lulus menjadi Google Educator, hari ini guru-guru kami sudah lulus tes dari Google. Jadi mereka lulus level 1, level 2, sampai Google Gemini Educator," tuturnya.
Selain itu dalam acara ini, beberapa perwakilan murid sekolah ini juga menampilkan hasil karya ilmiahnya.
“Ada beberapa penemuan, yang mana di antaranya sudah diikutkan lomba di tingkat Internasional. Rata-rata mereka mendapatkan medali emas dan medali perak, baik di Singapura, Malaysia, Bali dan terakhir kemarin di UGM Jogjakarta," ujarnya.
Berkewajiban memiliki sertifikat dari Google untuk meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah, salah seorang guru SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo Mulyani mengungkapkan, proses sertifikasi menuntut komitmen tinggi dari para pendidik. Tantangan utama terletak pada pengelolaan waktu dan motivasi belajar di tengah aktivitas mengajar.
“Namun manfaatnya sangat jelas. Google selalu memperbarui fitur pendidikannya, sehingga guru harus terus upgrade kemampuannya agar tidak tertinggal, termasuk dalam pemanfaatan AI seperti Google Gemini,” tuturnya.
Menurutnya, kehadiran kecerdasan buatan dalam pendidikan tidak bisa dihindari. Peran guru justru semakin penting untuk mengarahkan siswa agar menggunakan AI sebagai alat bantu berpikir kritis, bukan sekadar menyalin jawaban.
Didukung fasilitas sekolah yang lengkap, penerapan pembelajaran digital telah menjadi kebiasaan di SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo. Siswa terbiasa menggunakan perangkat laptop, sementara metode pembelajaran disesuaikan dengan ekosistem Google for Education.
Selain apresiasi untuk guru, acara ini juga menjadi panggung bagi siswa untuk menampilkan karya ilmiah mereka. Beberapa siswa memamerkan hasil riset dan inovasi sains yang telah diikutkan dalam kompetisi tingkat nasional dan internasional. Prestasi siswa di bidang sains pun menjadi sorotan. Sejumlah karya berhasil meraih medali emas dan perak di berbagai ajang, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
Menjadi siswa yang ikut meramaikan gelaran tersebut, Hanifah mengaku senang. Dia mengakui Al-Azhar Syifa Budi adalah sekolah yang menggunakan teknologi sebagai inovasi pembelajaran.
"Kalau di era digital ini seperti ini, teknologi sangat penting untuk pembelajaran karena lebih mudah dan lebih efisien dalam penggunaan. Apalagi di SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo ini sudah disediakan satu siswa satu chromebook, jadi bisa langsung digunakan di sekolah," ucap Hanifah.
Di lain sisi, salah satu perwakilan Google for Education yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan Google berkomitmen dalam mendukung transformasi pendidikan digital di Indonesia. Sertifikasi Google Educator disebut sebagai standar global kompetensi pendidik.
Dia mengakui, Google for Education memang memiliki fokus untuk membersamai di bidang pendidikan. Pada guru-guru SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo, yang sudah tersertifikasi kini menjadi penyempurnaan karena sekolah sudah menjadi Google Reference School.
"Dengan adanya sertifikasi ini, bapak ibu guru di Al-Azhar Syifa Budi Solo sudah berada di standarisasi secara global yang sama dengan kemampuannya," pungkasnya.
Pihak Google menilai SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo sebagai salah satu contoh sekolah terintegrasi dengan Google di Jawa Tengah. Praktik baik yang telah dilakukan diharapkan dapat menginspirasi sekolah lainnya.
Dengan menyapa masyarakat langsung di jantung kota Solo, SMA Al-Azhar Syifa Budi Solo menegaskan identitasnya sebagai sekolah yang adaptif, terbuka, dan siap menghadapi tantangan pendidikan era digital di mana guru tersertifikasi dan prestasi siswa berjalan seiring. (hj/nik)
Editor : Niko auglandy