Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Forum Anak Atasi Ketergantungan Gawai dengan Perbanyak Interaksi

Alfida Nurcholisah • Minggu, 25 Januari 2026 | 22:56 WIB

BERBAGI KECERIAAN: Forum Anak Jebres saat menggelar kampanye memberi ruang bermain untuk anak di Solo CFD, Minggu (25/1).
BERBAGI KECERIAAN: Forum Anak Jebres saat menggelar kampanye memberi ruang bermain untuk anak di Solo CFD, Minggu (25/1).
 

RADARSOLO.COM - Ketergantungan anak-anak terhadap gawai dinilai kian mengkhawatirkan. Kondisi tersebut mendorong Forum Anak Kelurahan Jebres mengampanyekan pentingnya keberadaan taman kota yang layak dan ramah anak, yakni sebagai ruang bermain sekaligus interaksi sosial.

Kampanye tersebut dikemas dalam kegiatan edukasi interaktif bertajuk Fun with Funbres yang digelar di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, Minggu (25/1).

Melalui kegiatan ini, Forum Anak Jebres mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk kembali mengenal aktivitas bermain di ruang terbuka.

Pengurus Forum Anak Jebres Natania Adesti Kirana, 17, menyebut masih banyak kelurahan di Kota Solo yang belum memiliki taman memadai. Kalaupun tersedia, kondisi fasilitas pendukung seperti perpustakaan kerap tidak terawat dengan baik.

“Anak-anak sekarang mainnya gadget. Mereka butuh ruang terbuka, tapi kondisinya kadang kurang memadai. Kami ingin anak-anak bisa kembali mengobrol dengan teman sebayanya dan bermain tanpa HP untuk membangun relasi,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Forum Anak Jebres berkolaborasi dengan organisasi Kota Kita. Kolaborasi ini mengajak masyarakat untuk merancang taman impian melalui media papan magnetik, sebagai upaya menjaring aspirasi anak-anak yang kerap terabaikan dalam perencanaan pembangunan kota.

Menurut Natania, selama ini desain taman cenderung didominasi sudut pandang orang dewasa sehingga belum sepenuhnya menjawab kebutuhan anak. Melalui pendekatan partisipatif ini, pihaknya ingin mendorong desain taman yang lebih inklusif.

“Rata-rata taman itu didesain oleh orang dewasa, jadi kadang tidak sesuai dengan kebutuhan anak. Lewat kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa desain taman juga harus inklusif, memikirkan kebutuhan teman-teman disabilitas, baik yang tuli maupun netra,” jelasnya.

Ia menambahkan, aspirasi anak-anak kini mulai mendapat perhatian. Sejumlah taman di wilayah Jebres disebut telah masuk dalam proses revitalisasi melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk Pemerintah Kota Solo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak DP3P2KB Kota Solo Siti Dariyatini menegaskan, pentingnya keberadaan Taman atau Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) bagi tumbuh kembang anak.

“RBRA menjadi hal yang sangat penting, mengingat kegiatan bermain bermanfaat dalam tumbuh kembang anak. Selain untuk meningkatkan kecerdasan intelektual dan pengetahuan, RBRA juga berperan dalam memupuk sikap toleransi dan keterampilan dalam hubungan sosial, komunikasi dan bahasa, serta kemampuan motorik, sensorik, dan keterampilan anak lainnya,” paparnya.

Dia menambahkan, saat ini RBRA yang terstandarisasi nasional hanya Taman Cerdas Jebres.

"Taman cerdas di Kota Surakarta tergabung dalam RBRA, tapi hanya Taman Cerdas Jebres yang sudah sesuai standar nasional. Saya harap taman cerdas lainnya bisa segera menyusul TC Jebres," pungkasnya. (alf/nik)

Editor : Niko auglandy
#Ruang bermain #gawai #Forum Anak #jebres