RADARSOLO.COM - SMAN 1 Solo menggelar kokurikuler bertema gaya hidup berkelanjutan, dengan menghadirkan KPH Perhutani Surakarta sebagai narasumber. Kegiatan ini bagian dari penguatan pembelajaran berbasis tema lingkungan untuk siswa kelas X.
Waka Kurikulum SMAN 1 Solo Arni Vera Sinatra menjelaskan, tema kehutanan diangkat untuk menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan hidup. Terutama dari ancaman kerusakan dan bencana alam.
“Kegiatan ini bertujuan agar siswa lebih peduli terhadap lingkungan. Serta memiliki kesadaran bahwa hidup butuh lingkungan yang bagus,” jelas Vera.
Sebagai tindak lanjut, sekolah merencanakan aksi nyata penanaman pohon di Wonogiri. Termasuk kampanye lingkungan saat kegiatan car free day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi.
Beralih ke sesi materi, perwakilan Perhutani Pirmansyah memaparkan dasar hukum dan pengelolaan hutan. Salah satunya mengacu Undang-Undang Kehutanan Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
“Hutan lindung misalnya, tidak boleh ditebang karena berfungsi menjaga keseimbangan ekosistem. Siswa harus tahu seluk beluk hutan untuk menjaga lingkungan,” beber Pirman.
Saat praktik pengelolaan, Perhutani mengenalkan pembagian kelas perusahaan hutan. Misalnya kelas hutan pinus, yang berkaitan dengan penanaman bibit dan sistem budi daya.
“Kami berharap bisa menjalin kolaborasi dengan pelajar dalam kegiatan reboisasi. Khususnya di kawasan dataran tinggi seperti Karanganyar, yang termasuk area hutan lindung,” ujarnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto