Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Rayakan Imlek dan Peringatan 122 Tahun Sekolah, Siswa SD di Solo Ini Belajar Toleransi Lewat Aksi Barongsai Tri Pusaka

Arief Budiman • Selasa, 10 Februari 2026 | 15:15 WIB

Aksi Barongsai Tri Pusaka Solo menghibur anak-anak SD. (Arief Budiman/Radar Solo)
Aksi Barongsai Tri Pusaka Solo menghibur anak-anak SD. (Arief Budiman/Radar Solo)

RADARSOLO.COM – Suasana penuh warna menyelimuti kompleks SD Warga Solo pada perayaan Tahun Baru Imlek tahun ini. Sekolah yang memiliki sejarah panjang selama 122 tahun tersebut menggelar berbagai atraksi seni yang meriah, mulai dari pertunjukan vokal, tarian modern (dance), hingga fashion show yang diikuti oleh para siswa, Selasa (10/2/2026).

Puncak kemeriahan yang paling dinantikan adalah penampilan Barongsai dari grup Tri Pusaka. Aksi Barongsai yang lincah dan jenaka sukses memancing gelak tawa ratusan siswa. Berbeda dengan kesan menakutkan, Barongsai kali ini tampil menghibur dengan kostum warna-warni.

Baca Juga: Imlek 2026 Dapat Cuti Bersama, Ini Daftar Hari Libur dan Long Weekend 4 Hari Menurut SKB 3 Menteri

"Seru sekali, Barongsainya warna-warni dan gembira. Senang banget, tidak bikin takut!" ujar Kalista, siswi kelas 6B dengan penuh antusias.

Senada dengan Kalista, Rasya, siswi kelas 6A, juga menceritakan pengalaman lucunya saat melihat atraksi tersebut. "Barongsainya tadi akting minum, terus pura-pura pipis dan joget-joget bareng kita. Seru banget," katanya sambil tertawa.

Baca Juga: Jalan Protokol Solo Steril dari PKL Takjil, Wali Kota Respati: Boleh Jualan Gratis di Kantor Kelurahan, Kecamatan, dan Balai Kota

Kepala SD Warga Solo, Konsita Konisi Limalar, menjelaskan bahwa perayaan ini bukan sekadar ajang hiburan semata. Pihak sekolah memiliki misi besar untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan pemahaman atas keberagaman suku, agama, serta budaya sejak dini.

"Kami mengajarkan anak-anak untuk belajar toleransi antaragama. Tujuannya agar nanti saat terjun ke kehidupan bermasyarakat, mereka bisa hidup berdampingan dengan bermacam-macam suku dan budaya dengan harmonis," jelas Konsita.

Baca Juga: FX Hadi Rudyatmo Protes Larangan Jualan Takjil di Jalan Protokol Solo: Cuma Setahun Sekali, Kenapa Dilarang?

Sebagai sekolah yang memiliki akar sejarah sebagai sekolah Tionghoa selama lebih dari satu abad, SD Warga merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan budaya di Kota Solo. Salah satu bentuk pelestariannya adalah dengan membagikan sekitar 500 buah kue keranjang kepada para siswa dan warga sekolah.

"Harapannya ke depan kami tetap bisa nguri-nguri (melestarikan) budaya yang ada di Solo, terutama budaya suku Tionghoa agar tetap eksis. Ini adalah bagian dari kekayaan identitas kita," pungkas Konsita. (rif/bun)

Editor : Kabun Triyatno
#imlek #barongsai #siswa #tionghoa #toleransi