Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Lima Kampus Besar Keroyokan Buka Prodi Dokter Spesialis Dan Sub Spesialis, Launching Dihadiri Gubernur Jateng Di UNS Solo

Alfida Nurcholisah • Kamis, 12 Februari 2026 | 19:16 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat launching Prodi Dokter Spesialis Dan Sub Spesialis Di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), Kamis (12/2).
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat launching Prodi Dokter Spesialis Dan Sub Spesialis Di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (FK UNS), Kamis (12/2).

RADARSOLO.COM – Bagi lulusan SMA/SMK sederajat di Solo Raya yang ingin mendalami ilmu kedokteran, terutama dokter spesialis dan sub spesialis, tidak perlu kuliah jauh-jauh.

Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo membuka Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) dan Sub Spesialis (PPDSS) wilayah Jawa Tengah-Daerah Istimewa Jogjakarta (Jateng-DIJ).

Launching prodi ini dilakukan di Auditorium FK UNS, Kamis (12/2). Launching ditandai pemukulan gong oleh Gubernur Jawa Tengah Achmad Luthfi.

Peluncuran ini menjadi bagian dari peresmian nasional PPDS dan PPDSS baru, yang digelar serentak di 18 lokasi se Indonesia.

Pembukaan prodi PPDS dan PPDSS di UNS menjawab kebutuhan dokter spesialis nasional. Sekaligus mendukung percepatan implementasi Asta Cita Presiden, khususnya pemerataan layanan kesehatan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Khusus Jateng-DIJ, melibatkan lima institusi. Mulai dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogja, Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, UNS Solo, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, serta Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja.

Tenaga Ahli Mendiktisaintek sekaligus Ketua Tim Kajian Kebijakan Pendidikan Tinggi Tenaga Medis dan Kesehatan Tri Hanggono Achmad menegaskan, pembukaan prodi baru ini bagian dari misi kemanusiaan untuk menutup rasio dokter spesialis yang belum ideal. Terutama di luar Jawa dan daerah 3T.

Rektor UNS Hartono menambahkan, institusinya siap menjaga mutu pendidikan dalam skema akselerasi.

“Dokter spesialis dan subspesialis yang lahir, harus siap mengabdi dengan standar kompetensi tertinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyoroti luasnya rentang kendali layanan kesehatan di 8.710 desa dan hampir 750 kecamatan. Kekurangan dokter spesialis direspons melalui program Spesialis Keliling. 

"Program ini menghadirkan dokter spesialis menggunakan mobil layanan berperalatan medis. Targetnya seribu layanan di berbagai desa dan sudah menjadi role model nasional," jelas Luthfi.

Luthfi menambahkan, dalam enam bulan terakhir pemerintah membuka 149 prodi spesialis. Produksi dokter umum mencapai 14 ribu per tahun.

Sehingga, fokusnya kini diarahkan pada pemenuhan dokter spesialis dengan daya tampung diproyeksikan 8.000 orang per tahun. 

"Kami juga sudah sediakan 750 beasiswa bagi prodi spesialis. Jangan sampai pendidikan dokter spesialis hanya dinikmati mereka yang mampu secara finansial,” tegasnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#dokter sub spesialis #prodi dokter subspesialis #Prodi Dokter Spesialis #dokter spesialis