Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Mahasiswa UMS Lintas Bidang Ciptakan Aplikasi Brainlyt, Terhubung Smartwatch Untuk Pantau Pasien Pasca-stroke

Alfida Nurcholisah • Jumat, 13 Februari 2026 | 18:41 WIB

 

Aplikasi Brainlyt yang terhubung dengan smartwatch kreasi mahasiswa UMS.
Aplikasi Brainlyt yang terhubung dengan smartwatch kreasi mahasiswa UMS.

RADARSOLO.COM - Stroke susulan bisa berubah menjadi ancaman serius bagi pasien yang telah mengalami serangan pertama.

Berangkat dari kegelisahan ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) hadirkan aplikasi Brainlyt, yang terhubung smartwatch untuk memantau pasien stroke.

Aplikasi yang sangat bermanfaat bagi dunia kesehatan ini dikembangkan tiga mahasiswa program studi (prodi) fisioterapi, yakni Hafidh Erli Nurdin, Muhammad Cesarico Herlambang, dan Urip Pamungkas Jati.

Tak ketinggalan Arya Veda dan Dhiyaul Haq Athaullah dari prodi pendidikan teknik informatika. Serta Nabil Oktora dari prodi bisnis digital.

Hafidh dkk menghadirkan inovasi teknologi kesehatan, berupa sistem pemantauan pintar yang bisa mendeteksi dini potensi stroke berulang. Sekaligus mengirim peringatan darurat secara otomatis.

Brainlyt ini aplikasi yang terintegrasi dengan smartwatch. Kami rancang untuk membantu deteksi dini risiko stroke berulang pada pasien pasca-stroke. Aplikasi ini mengadopsi konsep anamnesis medis, menjadi model deteksi otomatis,” jelasnya, Jumat (13/2).

Melalui perangkat smartwatch, sistem akan membaca tanda vital pengguna. Seperti kadar oksigen, denyut nadi, serta deteksi wajah.

Data tersebut kemudian dikirim ke aplikasi, lalu dianalisis menggunakan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI).

“Jika terdeteksi ada yang tidak wajar dan mengarah pada gejala stroke susulan, aplikasi akan mengirim notifikasi ke keluarga serta rumah sakit mitra," urai Hafidh.

"Tak hanya itu, Brainlyt juga dilengkapi fitur pemindaian wajah untuk mengidentifikasi gangguan fisik. Seperti perubahan otot wajah yang kerap menjadi indikator stroke,” imbuh Hafidh.

Dalam kondisi darurat, sistem secara otomatis mengaktifkan emergency alert. Berupa pesan melalui WhatsApp (WA) atau email. Sekaligus menampilkan peta rujukan menuju rumah sakit dengan fasilitas penanganan stroke terdekat.

Hafidh menjelaskan, pengembangan inovasi diawali dengan menelaah riset yang telah ada. Kemudian disesuaikan dengan kebutuhan di masyarakat. Tim kemudian merancang mock-up, merakit komponen jam pintar, hingga membangun sistem aplikasi secara bertahap.

“Kurang lebih empat bulan sampai prototype jadi,” imbuhnya.

Selama pengembangan, tim menghadapi sejumlah kendala. Seperti akurasi pembacaan data yang kurang tepat jika dibandingkan dengan alat medis standar internasional.

“Awalnya hasil pembacaan angkanya belum sesuai. Setelah kami komparasikan dengan alat medis, hitungannya beda. Lalu kami perbaiki melalui sistem koding supaya hasilnya pas,” bebernya.

Dalam pengembangan teknis, tim juga didampingi dosen pembimbing Arif Pristianto yang juga konsultan projek.

Menurut Hafidh, kolaborasi lintas keilmuan ini menjadi kekuatan utama keberhasilan projek. Berupa menggabungkan bidang kesehatan dan teknologi informasi.

Saat ini, perangkat telah diuji coba pada responden sehat. Sementara itu, uji coba pada pasien stroke masih menunggu izin etik penelitian.

Ke depan, Hafidh menargetkan aplikasi dapat diunduh secara luas melalui PlayStore. Lalu perangkat smartwatch bisa diproduksi masal dan diperjualbelikan, agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya pasien pasca-stroke.

Berkat inovasi Brainlyt, Hafidh dkk meraih medali perak ajang Global Youth Invention and Innovation Fair (GYIIF), yang diselenggarakan Indonesia Young Scientist Association di Institut Pertanian Bogor (IPB), belum lama ini. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#mahasiswa ums #aplikasi Brainlyt #aplikasi pemantau pasien stroke #smartwatch pemantau pasien stroke #universitas muhammadiyah surakarta