Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Dua Kandidat Doktor PAI UNU Surakarta Uji Disertasi, Bahas Islam Nusantara dan Pendidikan Karakter Talqin Dzikir

Alfida Nurcholisah • Kamis, 5 Maret 2026 | 18:50 WIB

LEGA: Ujud Supriaji menjalani ujian terbuka promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.
LEGA: Ujud Supriaji menjalani ujian terbuka promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta.
 

RADARSOLO.COM - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta menggelar ujian terbuka promosi doktor dengan menghadirkan dua promovendus yang memaparkan hasil penelitian tentang pendidikan Islam di Indonesia. Sidang dipimpin langsung ketua sidang sekaligus Rektor UNU Surakarta Ahmad Mufrod Teguh Mulyo, bersama para penguji lainnya.

Promovendus pertama, Ujud Supriaji mempertahankan disertasinya yang berjudul “Konsep Pendidikan Islam Nusantara KH Maimun Zubair dan Implikasinya terhadap Polarisasi Islam di Indonesia.”

Dalam pemaparannya, Ujud menjelaskan, penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh kondisi Indonesia sebagai negara multikultural yang memiliki potensi terjadinya polarisasi dalam kehidupan beragama.

Dia menilai, Islam Indonesia selama ini dikenal moderat, toleran, serta berakar pada kearifan lokal. Karena itu, pendidikan Islam dinilai menjadi instrumen strategis dalam memperkuat moderasi beragama. Menurutnya, sosok KH Maimun Zubair merupakan representasi pendidikan Islam Nusantara yang inklusif dan mampu menjembatani berbagai perbedaan.

“Fenomena yang muncul saat ini adalah polarisasi antara Islam puritan dan Islam kultural yang berpotensi memecah persaudaraan umat,” ungkap Ujud dalam sesi presentasi.

Dia menambahkan, konsep Islam Nusantara yang digagas KH Maimun Zubair dapat menjadi jalan tengah untuk mereduksi ketegangan tersebut. Melalui pendekatan pendidikan yang moderat, toleran, dan berbasis budaya lokal serta persatuan, konsep tersebut dinilai mampu memperkuat persatuan umat Islam di Indonesia.

"Penelitian ini menawarkan model konseptual sekaligus peran praktis pendidikan Islam Nusantara dalam mereduksi polarisasi keagamaan di tengah masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, promovendus kedua, Partono mempresentasikan disertasi berjudul “Implementasi Pendidikan Karakter melalui Pendidikan Aqidah Akhlak dan Talqin Dzikir Thoriqot Qodiriyah Naqsyabandiyah dalam Peningkatan Perilaku Beribadah Siswa di Madrasah Aliyah Miftahus Sudur Pati Tahun 2024/2025.”

Penelitian tersebut menyoroti pentingnya pembangunan karakter siswa di tengah arus globalisasi yang semakin kuat. Pendidikan aqidah akhlak dinilai menjadi fondasi utama dalam membentuk pribadi siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.

Dalam kajiannya, metode talqin dzikir dalam tradisi Thoriqot Qodiriyah Naqsyabandiyah digunakan sebagai pendekatan pembinaan spiritual kepada para siswa.

Talqin dzikir dimaknai sebagai proses penanaman cahaya keimanan dari seorang mursyid (guru) kepada murid agar tumbuh kesadaran spiritual dan keimanan yang kuat.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi pendidikan aqidah akhlak dengan praktik spiritual tasawuf dapat meningkatkan perilaku beribadah siswa secara lebih konsisten," ujar Partono.

Dalam sesi tanya jawab, kedua promovendus mendapatkan berbagai pertanyaan dan masukan dari para penguji. Namun, keduanya berhasil menjawab dan mempertahankan hasil penelitiannya dengan baik.

Kedua penelitian yang dipaparkan diharapkan dapat memberikan kontribusi ilmiah bagi pengembangan pendidikan Islam yang moderat sekaligus berkarakter di Indonesia. (alf/nik)

 

Editor : Niko auglandy
#pai #Doktor #UNU #disertasi #surakarta