RADARSOLO.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar program inovatif berbasis fun learning di MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri.
Mahasiswa KKN Dik FKIP UMS Bilqis Malikatus Sholihah menjelaskan, kegiatan dirancang untuk mengatasi minimnya penguasaan kosakata (vocabulary), serta memperbaiki kesalahan pelafalan dan penulisan Bahasa Inggris yang selama ini dialami siswa.
Pendekatan belajar sambil bermain program ini diisi dengan tiga sesi utama. Sesi pertama, mahasiswa mengajak siswa membaca dan melafalkan alfabet dengan metode bernyanyi bersama untuk membangun suasana ceria.
Sesi kedua diisi pengenalan vocabulary. Siswa diminta menuliskan kosakata yang mereka ketahui guna mengukur sejauh mana pemahaman dasar mereka.
Sesi ketiga atau puncak kegiatan, berupa game kelompok. Setiap kelompok ditantang mencari, menghafalkan, dan menuliskan kosakata berdasarkan huruf alfabet tertentu di papan tulis tanpa boleh sama dengan kelompok lain.
Baca Juga: Hasil SNBP 2026, Cabdin VII Jateng Loloskan 553 Siswa SMA Dan SMK, SMAN 6 Solo Terbanyak
Bilqis berharap agar program inovatif berbasis fun learning tersebut bisa menumbuhkan motivasi belajar bahasa Inggris para siswa.
“Kesannya kegiatan menyenangkan dan mampu menumbuhkan semangat anak-anak untuk belajar bahasa Inggris. Mereka pun merasa bahasa Inggris lebih mudah dan tidak sesulit yang dibayangkan. Semoga mereka lebih termotivasi untuk meningkatkan skill bahasa Inggrisnya,” ujar Bilqis.
Sementara itu, siswi MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo Aisyah mengaku lebih bersemangat karena pembelajaran tidak lagi membosankan dan melibatkan kerja kelompok serta permainan.
"Pembelajaran yang menyenangkan, membuat saya menjadi lebih bersemangat untuk belajar bahasa Inggris," ungkapnya.
Apresiasi datang dari perwakilan MTs Muhammadiyah 5 Tukulrejo Subiyanto. Ia mengaku pendekatan yang menyenangkan membuat siswa lebih berani mencoba mengucapkan kosakata baru.
"Siswa dan siswi merasa senang, karena dapat meningkatkan skill bahasa Inggris dengan mudah. Kegiatannya belajar sambil bermain, jadi mereka lebih mudah memahami kosakata baru,” bebernya. (fer)
Editor : fery ardi susanto