Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tegaskan Diri Sebagai Kampus Inklusif, UMS Berikan Beasiswa Pascasarjana 100 Persen untuk Mahasiswa Non-Muslim

Alfida Nurcholisah • Minggu, 5 April 2026 | 18:50 WIB
Prosesi wisuda mahasiswa UMS belum lama ini. (DOK.UMS)Prosesi wisuda mahasiswa UMS belum lama ini. (DOK.UMS)

RADARSOLO.COM–Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya sebagai kampus yang inklusif melalui penyediaan program beasiswa bagi mahasiswa non-Muslim.

Hal tersebut mengemuka dalam rangkaian upacara wisuda yang digelar di Auditorium UMS, belum lama ini.

Beasiswa Pascasarjana 100 Persen

Rektor UMS Harun Joko Prayitno menegaskan bahwa institusi pendidikan yang dipimpinnya terbuka lebar bagi semua kalangan tanpa memandang latar belakang, termasuk soal agama.

Komitmen tersebut diwujudkan secara nyata melalui program beasiswa 100 persen untuk jenjang pascasarjana yang dialokasikan khusus bagi keluarga non-Muslim.

Baca Juga: Area Nongkrong 24 Jam Segera Hadir di Neo Solo Grand Mall, Tawarkan Konsep Semi-Outdoor

“UMS untuk semua. Ini adalah komitmen kami sebagai kampus inklusif,” ujarnya.

Menurut Harun, langkah strategis tersebut menjadi bagian dari upaya UMS dalam menghadirkan akses pendidikan tinggi yang adil dan setara, sekaligus memperkuat nilai keberagaman di lingkungan kampus.

Ia juga menyebut bahwa keberagaman latar belakang mahasiswa justru menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun atmosfer akademik yang dinamis, toleran, dan terbuka.

Kesaksian Wali Wisudawan Kedokteran

Semangat inklusivitas itu turut dirasakan langsung oleh salah satu wali wisudawan non-Muslim asal Temanggung, Agustinus Suparto.

Ia merupakan orang tua dari Yohannes Adi Wijaya, lulusan Program Studi Kedokteran UMS.

Baca Juga: "Buang-buang Duit Proyek", Pedagang Pasar Ayam Semanggi Protes IPAL Dipasang Asal-asalan, Kondisi Lingkungan Semakin Kumuh

Dalam momen wisuda tersebut, anaknya bahkan mendapatkan tawaran beasiswa penuh untuk melanjutkan studi ke jenjang S2 maupun S3.

Agustinus mengaku sama sekali tidak menemui kendala selama putranya menempuh pendidikan di UMS meskipun memiliki perbedaan latar belakang agama.

“Tidak ada masalah. Anak saya menimba ilmu di UMS dengan baik,” ungkapnya.

Ia menilai bahwa UMS mampu menghadirkan lingkungan yang sangat terbuka, didukung dengan fasilitas pendidikan yang memadai untuk memaksimalkan proses belajar mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Baginya, kepercayaan yang telah diberikan kepada UMS berbuah manis melalui capaian akademik gemilang yang diraih sang anak.

Baca Juga: Jembatan Garuda Dibangun di Girimarto Wonogiri, Akses Mobilitas Desa Jendi dan Nungkulan Segera Terhubung

Seleksi Makin Kompetitif

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Ihwan Susila, dalam laporan akademiknya memaparkan bahwa minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di UMS terus mengalami peningkatan.

Tercatat ada sebanyak 11.244 calon mahasiswa yang mendaftar, dengan 8.914 orang di antaranya telah melakukan registrasi ulang.

“Rasio keketatan mencapai 1:5. Ini menunjukkan seleksi masuk UMS semakin kompetitif,” terangnya.

Ia menambahkan, secara keseluruhan UMS telah berhasil meluluskan sebanyak 180.544 alumni dari berbagai program pendidikan sejak kampus tersebut berdiri 67 tahun silam.

Capaian ini menjadi bukti nyata tingginya kontribusi UMS dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas dan memiliki daya saing tinggi. (alf)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#beasiswa pascasarjana #mahasiswa non-muslim #UMAM