SOLO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo tegaskan kesiapan terkait pelaksanaan tes kemampuan akademik (TKA) dan asesmen nasional jenjang SMP.
Nantinya, asesmen nasional akan digelar dalam beberapa gelombang. Meski optimistis pelaksanaan lancar, namun disdik dihantui kendala server error.
Kasi Manajemen Pendidikan Menengah (MPM) SMP Disdik Kota Solo Anik Indriyani menjelaskan, berbagai persiapan dikebut. Baik dari sisi sarana-prasarana (sarpras), maupun sumber daya manusia (SDM).
“Kami akan laksanakan TKA di gelombang 3-4 untuk jenjang SMP atau 13-14 April. Insya Allah sudah siap. Kemarin saat gladi sempat ada masalah server di hari pertama. Tapi di hari kedua sudah membaik dan bisa berjalan, walaupun harus login ulang,” kata Anik, Senin (6/4).
Anik menambahkan, disdik juga berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk memastikan kelancaran listrik dan jaringan internet.
Baca Juga: Kerja Sama Dengan University of Leeds Inggris, UMS Kembangkan Terapi BA-M Untuk Pemulihan Depresi
“Dari kami, sarpras dan SDM siap 100 persen. Tinggal harapan kami, dari pihak luar juga mendukung. Kami sudah bersurat ke PLN dan Telkom,” jelasnya.
Pelaksanaan asesmen akan dilakukan dalam beberapa sesi. Menyesuaikan jumlah siswa dan ketersediaan fasilitas di masing-masing sekolah.
Saat ini, siswa mulai mengikuti rangkaian asesmen yang meliputi berbagai instrumen. Seperti survei lingkungan belajar (sulingjar), survei karakter, hingga tes akademik.
Baca Juga: Hasil SNBP 2026, Cabdin VII Jateng Loloskan 553 Siswa SMA Dan SMK, SMAN 6 Solo Terbanyak
“Sekarang anak-anak sudah mulai belajar. Ada sulingjar, survei karakter, tes akademik seperti matematika dan Bahasa Indonesia, serta asesmen nasional,” bebernya.
Menurut Anik, survei tersebut tidak hanya mengukur kemampuan akademik. Selain itu, juga menilai aspek karakter serta proses pembelajaran yang berlangsung di sekolah.
“Sulingjar itu proses pembelajaran di sekolah. Kalau survei karakter untuk mengukur bagaimana pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan,” urainya.
Sementara itu, asesmen juga menjadi bahan evaluasi terhadap berbagai program sekolah. Termasuk penerapan sekolah ramah anak, kepedulian lingkungan, hingga upaya pencegahan perundungan (bullying). (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto