RADARSOLO.COM – Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SLB YPAC Solo dinilai lebih adaptif terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK).
Itu jika dibandingkan dengan tes kemampuan akademik (TKA), yang sebelumnya dikeluhkan ABK karena soalnya terlalu sulit.
PSAJ jenjang SMA luar biasa (LB) digelar 6-10 April. Diikuti siswa kelas XII kelas D dan D1, dengan total 10 siswa.
Kepala YPAC Jalaludin Rakhmat menjelaskan, penilaian sumantif ini akhir dari proses pembelajaran. Soal yang disajikan dibuat pihak sekolah dan menyesuaikan kemampuan ABK.
“Sebelumnya juga sudah dilaksanakan ujian praktik bina diri dan gerak bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya, Rabu (8/4).
Beda dengan TKA yang soalnya disusun secara terpusat, PSAJ dirancang langsung oleh pihak sekolah. Sehingga materi ujian menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan ABK.
Menurut Jalal, siswa SLB dalam PSAJ tetap mengerjakan mata pelajaran (mapel) umum seperti bahasa Indonesia, PPKn, dan bahasa Inggris. Namun, ada penyesuaian bahasa dan tingkat kesulitan.
“Kalau PSAJ masih menggunakan ujian tertulis. Namun, soalnya kami sesuaikan dengan kemampuan siswa,” imbuhnya.
Baca Juga: Jadwal TKA: Jenjang SMP Di Solo Digelar 13-14 April, Dihantui Kendala Server Error
Di sisi lain, Jalal menyoroti pelaksanaan TKA jenjang SMP pada Senin-Selasa (6-7/4) kemarin. Meski pelaksanaan berjalan lancar, namun banyak siswanya yang mengeluhkan kesulitan mengerjakan soal.
“Anak-anak mengeluh banyak kata-kata yang levelnya sangat tinggi. Bagi kami selaku guru, perlu memahami soalnya lebih dalam lagi, apalagi siswa kami,” beber Jalal.
Jalal berharap penyusunan soal TKA dievaluasi lagi ke depannya, agar soal yang disajikan menyesuaikan kemampuan ABK. Ia usul agar narasi soal disederhanakan, sehingga lebih mudah dipahami ABK.
“Kami harap stakeholder bisa menyajikan soal khusus untuk anak-anak SLB. Kalau tingkat kesulitannya sama, mungkin narasi soalnya lebih disederhanakan,” jelas Jalal. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto