Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

TKA Masih Menjadi Momok Bagi Siswa ABK Di Solo YPAC, Narasi Soal Levelnya Terlalu Tinggi

Alfida Nurcholisah • Rabu, 8 April 2026 | 16:39 WIB
Siswa ABK SLB YPAC Solo mengerjakan soal Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di ruang kelas sekolah setenpat, Rabu (8/4). (M IHSAN/RADAR SOLO)
Siswa ABK SLB YPAC Solo mengerjakan soal Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di ruang kelas sekolah setenpat, Rabu (8/4). (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SLB YPAC Solo dinilai lebih adaptif terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK).

Itu jika dibandingkan dengan tes kemampuan akademik (TKA), yang sebelumnya dikeluhkan ABK karena soalnya terlalu sulit.

PSAJ jenjang SMA luar biasa (LB) digelar 6-10 April. Diikuti siswa kelas XII kelas D dan D1, dengan total 10 siswa.

Kepala YPAC Jalaludin Rakhmat menjelaskan, penilaian sumantif ini akhir dari proses pembelajaran. Soal yang disajikan dibuat pihak sekolah dan menyesuaikan kemampuan ABK.

“Sebelumnya juga sudah dilaksanakan ujian praktik bina diri dan gerak bagi anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya, Rabu (8/4).

Baca Juga: Wajah Pendidikan di Sragen Tercoreng, Siswa SMPN 2 Sumberlawang Meninggal Usai Berkelahi dengan Temannya

Beda dengan TKA yang soalnya disusun secara terpusat, PSAJ dirancang langsung oleh pihak sekolah. Sehingga materi ujian menyesuaikan kemampuan dan kebutuhan ABK.

Menurut Jalal, siswa SLB dalam PSAJ tetap mengerjakan mata pelajaran (mapel) umum seperti bahasa Indonesia, PPKn, dan bahasa Inggris. Namun, ada penyesuaian bahasa dan tingkat kesulitan.

“Kalau PSAJ masih menggunakan ujian tertulis. Namun, soalnya kami sesuaikan dengan kemampuan siswa,” imbuhnya.

Baca Juga: Jadwal TKA: Jenjang SMP Di Solo Digelar 13-14 April, Dihantui Kendala Server Error

Di sisi lain, Jalal menyoroti pelaksanaan TKA jenjang SMP pada Senin-Selasa (6-7/4) kemarin. Meski pelaksanaan berjalan lancar, namun banyak siswanya yang mengeluhkan kesulitan mengerjakan soal.

“Anak-anak mengeluh banyak kata-kata yang levelnya sangat tinggi. Bagi kami selaku guru, perlu memahami soalnya lebih dalam lagi, apalagi siswa kami,” beber Jalal.

Jalal berharap penyusunan soal TKA dievaluasi lagi ke depannya, agar soal yang disajikan menyesuaikan kemampuan ABK. Ia usul agar narasi soal disederhanakan, sehingga lebih mudah dipahami ABK.

“Kami harap stakeholder bisa menyajikan soal khusus untuk anak-anak SLB. Kalau tingkat kesulitannya sama, mungkin narasi soalnya lebih disederhanakan,” jelas Jalal. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#slb ypac solo #soal tka sulit bagi siswa abk #Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) #Siswa ABK #tka slb di solo