Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Perpustakaan Serengan Jadi Ruang Tumbuh Literasi, Diserbu Anak-Anak Di Akhir Pekan

Alfida Nurcholisah • Kamis, 9 April 2026 | 17:37 WIB
Anak-anak menggambar di Perpustakaan Serengan, belum lama ini. (DOK. PRIBADI)
Selain membaca untuk memacu budaya literasi, anak-anak menggambar di Perpustakaan Serengan, belum lama ini. (DOK. PRIBADI)

RADARSOLO.COM - Upaya meningkatkan minat literasi anak terus dilakukan Muji Mulyani. Satu satunya pengurus Perpustakaan Serengan. Bukan hanya menyediakan buku, tetapi juga beragam kegiatan edukatif untuk menarik minat baca anak.
Perpustakaan tersebut telah berdiri sejak 2008 dengan dukungan fasilitas dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kota Surakarta. Meski demikian, operasional sehari-hari masih banyak ditopang secara mandiri.

“Untuk kegiatan, kami juga mengadakan rumah belajar Sekar Pustaka. Anak-anak biasanya ikut setiap Sabtu, dari pukul 09.00 sampai 15.00 sore. Kegiatannya beragam, mulai dari keterampilan handycraft, pendidikan karakter, menggambar, hingga memasak berdasarkan buku resep yang ada di sini,” jelasnya, Kamis (9/4).

Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan bersosialisasi serta pembentukan karakter anak.
Targetnya bukan hanya anak-anak, melainkan seluruh masyarakat dari berbagai kalangan usia.

Ia menyebut kegiatan di perpustakaan ini juga menggandeng ibu-ibu untuk melakukan kegiatan arisan membaca.

Baca Juga: Gelar Seleksi Barung Siaga Putra dan Putri, Cari Wakil Solo Di Pesta Siaga Tingkat Provinsi Jateng

"Jadi mereka ada perkumpulan rutin, saya siapkan hadiahnya berupa sabun cuci, nanti nama yang keluar wajib membaca satu buku dan saya kasih hadiah tersebut," bebernya.

Dengan begitu ia berharap perpustakaan ini bukan hanya berisi buku-buku. Tetapi juga ilmu dan kebersamaan sosial.

“Dengan kegiatan seperti ini, anak-anak juga jadi tertarik datang ke perpustakaan. Orang tua banyak yang senang karena anak-anak punya aktivitas positif daripada hanya bermain HP di rumah,” tandasnya.

Guru SDN Serengan 2 Diana Kusuma Wardani mengaku rutin mengajak siswa kelas 3 yang berjumlah 25 anak untuk mengunjungi perpustakaan tersebut. Kegiatan ini menjadi bagian dari program literasi mingguan yang diterapkan sekolah.

Baca Juga: TKA Masih Menjadi Momok Bagi Siswa ABK Di Solo YPAC, Narasi Soal Levelnya Terlalu Tinggi

“Anak-anak memang biasa saya bawa ke perpustakaan. Koleksi di sini bagus dan lengkap, mulai dari bacaan anak hingga dewasa. Jadi sangat sesuai untuk mereka karena tidak hanya membaca, tapi juga ada aktivitas seperti menggambar sesuai tingkatannya,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman koleksi dan kegiatan membuat siswa lebih tertarik datang ke perpustakaan. Apalagi sebagian siswa juga sudah mengikuti program rumah belajar, sehingga semakin akrab dengan lingkungan perpustakaan.

Ia berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan minat baca anak yang saat ini dinilai masih rendah.

“Dengan buku yang bervariasi, saya harap anak-anak jadi lebih giat membaca dan pengetahuannya juga bertambah,” tambahnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#perpus serengan #perpustakaan serengan #budaya literasi di solo #literasi #literasi kota solo