RADARSOLO.COM – Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali meluluskan 295 wisudawan dalam prosesi wisuda periode I tahun ini di Pendapa GPH Jayakusuma ISI Surakarta, Rabu (15/4/2026). Pada wisuda kali ini, capaian membanggakan diraih salah satu lulusan yang berhasil memperoleh Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00.
“Sebagai rektor yang baru memulai masa bakti periode 2025-2029, saya memandang wisuda kali ini bukan hanya sebagai perayaan keberhasilan akademik, tetapi juga titik tolak bagi para seniman muda dan pelaku budaya untuk menapaki dunia yang penuh peluang dan tantangan,” ujar Rektor ISI Surakarta Bondet Wrahatnala.
Menurutnya, lulusan ISI Surakarta tidak hanya dibekali kemampuan seni, tetapi juga tanggung jawab besar sebagai penggerak perubahan di masyarakat. Mereka diharapkan mampu menjaga nilai-nilai budaya bangsa, sekaligus berinovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital.
"Para lulusan jangan ragu menciptakan ruang kreatif secara mandiri, seperti mendirikan sanggar seni maupun studio independen sebagai wadah berkarya, berkolaborasi, dan mengabdi kepada masyarakat," harapnya.
Dalam laporan akademik, disebutkan rata-rata IPK lulusan program sarjana mencapai 3,58 dengan masa studi maksimal sembilan semester. Untuk program sarjana terapan, rata-rata IPK sebesar 3,76 dengan masa studi maksimal sembilan semester. Sementara itu, program magister mencatat rata-rata IPK 3,82 dengan masa studi maksimal empat semester, serta program doktor sebesar 3,91 dengan masa studi maksimal delapan semester.
Adapun capaian IPK tertinggi masing-masing program yakni 4,00 untuk sarjana, 3,89 untuk sarjana terapan, 3,81 untuk magister, dan 3,97 untuk doktor.
Secara keseluruhan, jumlah lulusan ISI Surakarta sejak masih berstatus Akademi Seni Karawitan Indonesia, Sekolah Tinggi Seni Indonesia, hingga menjadi Institut Seni Indonesia Surakarta telah mencapai 9.822 orang.
Salah seorang lulusan terbaik dari Program Studi Fotografi, Elsa Nadzila Ramadhani berhasil meraih IPK 4,00 dan menyelesaikan studinya dalam waktu empat tahun dua bulan.
Dia berpesan kepada mahasiswa agar tidak hanya fokus pada perkuliahan, tetapi juga aktif mengikuti berbagai kegiatan penunjang.
“Tetap belajar maksimal dan jangan hanya kuliah saja, tapi juga ikut kegiatan seperti program dari Kemendiktisaintek yang bisa menunjang nilai,” ujarnya.
Elsa menambahkan bahwa kelulusan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan baru. Dia berharap seluruh wisudawan dapat meraih kesuksesan sesuai dengan bidang yang ditekuni. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy