RADARSOLO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Kelompok 70 menunjukkan aksi nyata dalam pelestarian lingkungan.
Melalui kreativitas, mereka mengajak siswa SD Negeri Kaliabu 1, Kecamatan Mejayan, Madiun, untuk menyulap botol plastik bekas menjadi media tanam hidroponik yang produktif, Sabtu (29/2/2026).
Kegiatan edukasi bertajuk "Green School, Green Future" ini dirancang untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini kepada generasi muda.
Selain sebagai upaya penghijauan, program ini menjadi solusi edukatif dalam meminimalisir sampah plastik di lingkungan sekolah.
Edukasi Interaktif: Belajar Sambil Bermain
Program kerja ini digagas oleh Eva Fabiola sebagai penanggung jawab utama, dengan dukungan penuh dari seluruh anggota tim KKN Kelompok 70 UNS.
Edukasi dimulai dengan penyampaian materi melalui presentasi PowerPoint yang dikemas secara menarik.
Eva menjelaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya soal membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga tentang inovasi daur ulang.
Dalam sesi tanya jawab, suasana kelas menjadi sangat hidup. Para siswa berebut untuk menjawab pertanyaan mahasiswa.
Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa memberikan reward atau hadiah kecil bagi siswa yang aktif dan berani berpendapat.
"Kami ingin anak-anak melihat bahwa sampah plastik, seperti botol bekas, bukan hanya limbah. Jika disentuh dengan sedikit kreativitas, botol ini bisa menjadi media untuk menghasilkan sayuran sehat di rumah sendiri," ungkap Eva Fabiola di sela kegiatan.
Praktik Lapangan: Keseruan Merakit Hidroponik Sederhana
Momen yang paling ditunggu-tunggu adalah sesi praktik langsung.
Dengan bimbingan mahasiswa, para siswa diajarkan teknik hidroponik sistem sumbu (wick system) yang sangat sederhana namun efektif.
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain:
- Pengolahan Botol: Memotong botol plastik menjadi dua bagian.
- Sistem Sumbu: Memasang kain flanel pada bagian leher botol yang dibalik sebagai penghubung nutrisi.
- Penyemaian: Menanam bibit selada yang sudah disiapkan pada media rockwool.
- Proteksi Lumut: Melapisi bagian bawah botol dengan kardus guna menghalangi sinar matahari langsung, sehingga media tanam tetap optimal dan bebas dari lumut.
Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka mulai menyusun perangkat hidroponik milik masing-masing.
Hasil karya tanaman selada tersebut kemudian diperbolehkan dibawa pulang agar para siswa dapat mempraktikkan langsung cara merawat tanaman hingga masa panen tiba.
Apresiasi dari Pihak Sekolah
Pihak SD Negeri Kaliabu 1 menyambut hangat inisiatif ini. Perwakilan guru mengungkapkan bahwa kegiatan KKN UNS ini memberikan warna baru dalam kurikulum pembelajaran luar kelas.
Selain mengajarkan kemandirian pangan, kegiatan ini dinilai sangat efektif dalam membangun karakter tanggung jawab pada anak.
"Kami sangat mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN UNS. Melalui cara yang menyenangkan ini, anak-anak belajar bahwa setiap individu bisa berkontribusi bagi lingkungan. Harapannya, kepedulian ini terbawa hingga mereka dewasa nanti," tutur salah satu guru SDN 1 Kaliabu.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, KKN UNS Kelompok 70 berharap semangat bertanam hidroponik tidak berhenti di sekolah saja.
Melainkan juga mampu ditularkan ke lingkungan keluarga masing-masing siswa, menjadikan Kaliabu lebih hijau dan mandiri.
Editor : Syahaamah Fikria