Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Inovasi KKN UNS, Sulap Limbah Sabut Kelapa Jadi Cocodama: Solusi Lahan Sempit di Desa Kaliabu

Syahaamah Fikria • Kamis, 16 April 2026 | 21:24 WIB
Mahasiswa KKN UNS mengajak warga Desa Kaliabu, Magelang memanfaatkan limbah lokal menjadi pot tanaman hias yang estetik dan ramah lingkungan.
Mahasiswa KKN UNS mengajak warga Desa Kaliabu, Magelang memanfaatkan limbah lokal menjadi pot tanaman hias yang estetik dan ramah lingkungan.

RADARSOLO.COM – Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan solusi kreatif bagi warga Desa Kaliabu, Magelang, dalam mengatasi keterbatasan lahan hijau. 

Melalui sosialisasi dan praktik pembuatan Cocodama (bola sabut kelapa), mahasiswa mengajak warga memanfaatkan limbah lokal menjadi pot tanaman hias yang estetik dan ramah lingkungan.

​Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan wujud nyata dukungan terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12, yaitu Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. 

Dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa lokal, program ini bertujuan mengurangi volume sampah desa secara signifikan.

Baca Juga: Ubah Limbah Jadi Berkah, KKN UNS Kelompok 70 Ajarkan Siswa SDN 1 Kaliabu Bertanam Hidroponik Kreatif

Sentuhan Estetika Jepang untuk Ketahanan Pangan Mandiri

Warga antusias praktik membuat Cocodama, teknik menanam asal Jepang yang dimodifikasi menggunakan kearifan lokal.
Warga antusias praktik membuat Cocodama, teknik menanam asal Jepang yang dimodifikasi menggunakan kearifan lokal.

Desa Kaliabu selama ini menghadapi tantangan keterbatasan lahan akibat padatnya permukiman dan area pertanian. 

Cocodama, teknik menanam asal Jepang yang dimodifikasi menggunakan kearifan lokal, menjadi jawaban bagi warga yang ingin bercocok tanam tanpa membutuhkan pot plastik yang memakan ruang.

​Dalam pelatihan ini, peserta diajarkan langkah-langkah teknis mulai dari membuat bola tanah menggunakan campuran tanah liat dan serabut kelapa, membungkusnya dengan benang, hingga menanam jenis tanaman hias seperti succulent atau philodendron.

Baca Juga: Program Kerja KKN-T UNS 2026 Edukasi dan Praktik Pengendalian Hama serta Aplikasi Bakteri Akar (PGPR) di Desa Suroteleng Untuk Pertanian Berkelanjutan

​Program ini juga selaras dengan target SDGs 12 dalam pengurangan limbah melalui daur ulang dan pencegahan, sekaligus mendukung tema besar Ketahanan Pangan Mandiri dan Pengembangan UMKM di tingkat desa.

 

​Capaian Luar Biasa: 10 Kilogram Limbah Teralihkan

​Antusiasme warga membuahkan hasil yang impresif. 

Berdasarkan data evaluasi pasca-kegiatan, seluruh peserta berhasil memproduksi secara mandiri sebanyak 75 unit Cocodama. 

Proyek ini tercatat berhasil menyerap sekitar 10 kilogram limbah sabut kelapa, yang secara otomatis mengurangi volume sampah organik di Desa Kaliabu.

​Hasil karya peserta langsung dipajang untuk menghiasi teras rumah masing-masing. 

Baca Juga: KKN UNS Kelompok 146 Dampingi Pengelolaan Sampah di Desa Kadokan, Termasuk Pelatihan Pengolahan Biopori dan Paving Block

Cocodama memiliki keunggulan praktis dengan daya tahan rata-rata hingga dua minggu hanya dalam sekali penyiraman, menjadikannya sangat efisien bagi warga yang sibuk.

​Selain itu, tingkat keberhasilan edukasi ini tergolong sangat tinggi. 

Sebanyak 90 persen peserta menyatakan percaya diri untuk merawat dan memproduksi Cocodama sendiri tanpa perlu bantuan instruktur di masa mendatang.

Dampak Lingkungan dan Peluang Ekonomi UMKM

​Dampak positif dari gerakan ini mencakup berbagai aspek:

- ​Zero Waste: Pengurangan penggunaan pot plastik secara masif mendukung gerakan bebas sampah.

- ​Penyerapan Karbon: Secara kolektif, tanaman gantung yang dihasilkan diperkirakan mampu menyerap hingga 5 kilogram CO2 per bulan.

- ​Pengurangan Emisi: Pengolahan limbah organik menjadi media tanam membantu mengurangi emisi gas metana yang biasanya dihasilkan dari pembakaran sampah tradisional.

- ​Peluang Ekonomi: Kelompok ibu-ibu PKK Desa Kaliabu kini berencana membentuk UMKM produksi Cocodama sebagai sumber pendapatan tambahan yang berkelanjutan.

​"Estetika lingkungan desa meningkat drastis dengan hiasan tanaman gantung di teras dan dinding rumah warga," ungkap salah satu anggota Tim KKN UNS.

​Melalui program ini, komitmen Desa Kaliabu sebagai desa ramah lingkungan semakin kuat, membuktikan bahwa inovasi sederhana dari limbah dapat membawa perubahan besar bagi ekologi dan ekonomi warga.

 

Editor : Syahaamah Fikria
#cocodama #KKN #uns #mahasiswa kkn #kkn uns