Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Dosen dengan Rekor Diterima Bekerja Terbanyak di Indonesia?

Tri wahyu Cahyono • Rabu, 22 April 2026 | 16:31 WIB
Hanya dalam kurun waktu 1 tahun setelah memperoleh gelar S2, Harits Setyawan diterima bekerja di 7 kampus negeri dan swasta sekaligus hingga mencakup 4 kota yang ada di provinsi Lampung, yaitu Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Bandar Lampung. (DOK.PRIBADI)

 
Hanya dalam kurun waktu 1 tahun setelah memperoleh gelar S2, Harits Setyawan diterima bekerja di 7 kampus negeri dan swasta sekaligus hingga mencakup 4 kota yang ada di provinsi Lampung, yaitu Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Bandar Lampung. (DOK.PRIBADI)  

RADARSOLO.COM-Harits Setyawan, dosen Institut Teknologi Sumatera memiliki pengalaman diterima bekerja di 11 kampus negeri dan swasta di Indonesia.

Bahkan sejak masih berstatus mahasiswa S1, ia sudah mengajar di kampus.

Berawal di tahun 2012 ketika Harits masih pada tahap skripsi, ia diterima bekerja sebagai fasilitator bahasa Inggris oleh National English Center untuk mengajar mahasiswa-mahasiswi perawat dan bidan di Stikes Muhammadiyah Pringsewu Lampung.

Baca Juga: Dosen ISI Surakarta Hadirkan Inovasi Pertunjukan Wayang Kulit 2D “Bhinneka Sadasa” di Padepokan Seni Sarotama Karanganyar

Meskipun masih berstatus sebagai mahasiswa, Harits tidak canggung berhadapan dengan mahasiswa-mahasiswi lain di kelas.

Kuliah sambil bekerja merupakan hal yang sudah biasa ia lakukan. Mulai dari kelas privat, kursus, hingga sekolah.

Tidak hanya itu, karakternya yang humble, cekatan, dan amanah membuat Harits dipercaya oleh dosen-dosen di kampus untuk membantu berbagai kegiatan.

Seperti mengawas ujian mahasiswa-mahasiswi adik tingkat, mendampingi dosen ketika menjadi pembicara di luar kota, akreditasi program studi, dan bahkan ia pernah diminta untuk ikut menjadi panitia resepsi pernikahan ketika anak dari salah satu dosennya menikah.

Beberapa bulan setelah memperoleh Ijazah Sarjana di tahun 2013, Harits Setyawan diterima bekerja sebagai Dosen Luar Biasa (DLB) di perguruan tinggi

Teknokrat yang sekarang telah berganti nama menjadi Universitas Teknokrat Indonesia.

Baca Juga: Dosen UMS Ajak Warga Candi Lama Peduli Pengolaan Sampah dan Mitigasi Bencana Hidrometeorologi

Profesi dosen menuntut Harits untuk memiliki gelar minimal S2. Oleh sebab itu, ia kembali melanjutkan studinya di tahun 2015.

Bekerja di 2 kampus sambil melanjutkan studi tentu bukanlah hal yang mudah.

Terlebih kedua kampus tersebut berlokasi di kota yang berbeda. Stikes Muhammadiyah Pringsewu berada di Kota Pringsewu, sedangkan Perguruan Tinggi Teknokrat berada di Kota Bandar Lampung.

Meskipun demikian, Harits tetap teguh berjuang. Berbekal kedisiplinan dalam membagi waktu, usaha yang tak kenal lelah, serta pengetahuan dan pengalaman bekerja di beberapa kampus, jenjang magister pun dapat dilalui dengan lancar.

Bahkan Harits menjadi salah satu wisudawan pascasarjana tercepat di universitas tempatnya menimba ilmu dengan berhasil menyelesaikan pendidikan jenjang S2 dalam kurun waktu 1 koma 3 tahun.
 
Setelah memperoleh gelar S2 di tahun 2016, peluang untuk bekerja di kampus pun semakin besar.

Terbukti di rentang tahun 2016 hingga 2017, Harits diterima bekerja sebagai Instruktur Bahasa Inggris di Pusat Bahasa Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung dan Balai Bahasa Universitas Lampung.

Baca Juga: Menghidupkan Tradisi, Menjaga Identitas: Langkah Tim Dosen ISI Surakarta dalam Revitalisasi Tari Jaran Dowo

Lalu, Harits juga diterima bekerja sebagai Dosen Luar Biasa di Dian Cipta Cedikia Tanjung Senang, Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Gisting, dan Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Pringsewu.

Harus masih menekuni kegiatan sebagai editor dan reviewer jurnal ilmiah, seperti pada Buletin Poltanesa di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Kalimantan Timur. (DOK.PRIBADI)
Harus masih menekuni kegiatan sebagai editor dan reviewer jurnal ilmiah, seperti pada Buletin Poltanesa di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Kalimantan Timur. (DOK.PRIBADI)

Tidak hanya itu, Harits juga diterima sebagai Tutor Bahasa Inggris di Universitas Terbuka Bandar Lampung untuk Kelompok Belajar Gedong Tataan. 

Selain sebagai pengajar bahasa Inggris, Harits Setyawan juga dipercaya sebagai Reviewer Jurnal SMART di Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Pringsewu yang sekarang berganti nama menjadi Universitas Muhammadiyah Pringsewu.

Hanya dalam kurun waktu 1 tahun setelah memperoleh gelar S2, Harits Setyawan diterima bekerja di 7 kampus negeri dan swasta sekaligus hingga mencakup 4 kota yang ada di provinsi Lampung, yaitu Tanggamus, Pringsewu, Pesawaran, dan Bandar Lampung.

Di awal tahun 2018, Harits diterima sebagai dosen tetap di Institut Teknologi Sumatera (Itera).

Setelah menyelesaikan kewajiban di kampus-kampus tempatnya mengajar bahasa Inggris sebelumnya, Harits pun memutuskan untuk resign dari kampus-kampus tersebut agar dapat mendedikasikan waktu dan tenaga dengan maksimal untuk kampus Itera.

Kini Harits Setyawan tidak lagi mengajar bahasa Inggris di kampus lain.

Meskipun demikian, ia masih menekuni kegiatan sebagai editor dan reviewer jurnal ilmiah, seperti pada Buletin Poltanesa di Politeknik Pertanian Negeri Samarinda, Kalimantan Timur.

Selain itu, Harits juga rutin menjadi narasumber dalam seminar-seminar berskala nasional tentang penulisan buku yang tidak hanya diselenggarakan oleh Itera Press tetapi juga bekerja sama dengan pihak lain. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#itera #kampus negeri #institut teknologi sumatera #Harits Setyawan