RADARSOLO.COM – Pendapi Gede Balai Kota Solo dipenuhi anak-anak sejak Rabu pagi (22/4).
Tercatat 600 anak mengenakan baju adat daerah, unjuk kebolehannya dalam pentas seni bertajuk “Lincah Berkiprah Ala Bocah”.
Ketua pelaksana kegiatan Fursan Fikri menjelaskan, kegiatan ini diprakarsai Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo.
Kegiatan berlangsung meriah, dengan menampilkan ekspresi anak-anak melalui tarian, bernyanyi, dan berbagai ekspresi kreatif lainnya.
“Tema kegiatan ini sangat cocok dengan kesenangan anak-anak. Berlarian, berlompatan, menari, menyanyi, dan bermain bersama teman-temannya,” kata Fikri.
Baca Juga: TKA SD Di Solo Dimulai, Murid Santai Kerjakan Soal
Fikri menambahkan, pentas seni ini diikuti 30 lembaga dengan menggandeng PKG dan HIMPAUDI se Kecamatan Laweyan.
“Ajang ini mewadahi anak-anak untuk mengekspresikan diri, sekaligus memperkuat kebersamaan antarlembaga pendidikan usia dini,” imbuhnya.
Hadir dalam kegiatan, Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia. Istri Wali Kota Solo Respati Ardi ini mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia juga membagikan puluhan hadiah bagi anak-anak yang berani menjawab pertanyaan.
Menurut Venessa, PAUD merupakan fase krusial dalam membentuk emosi, kognitif, sosial maupun kreativitas anak.
“Oleh karena itu, mari manfaatkan masa keemasan ini dengan memberi memori yang indah, pengalaman belajar yang menyenangkan, dan kesiapan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” jelasnya.
Venessa menambahkan, pentas seni bukan hanya kegiatan hiburan. Namun juga sarana untuk melahirkan kepercayaan diri, kreativitas, dan kesabaran anak.
“Ketika mereka mengenakan baju daerah, mereka juga belajar mengenal budaya Nusantara,” imbuhnya.
Sementara itu, Kabid PAUD dan PNF Disdik Kota Solo Hesti Dwi Saptaningtyas menyebut jenjang PAUD merupakan masa emas untuk mempersiapkan mental anak-anak sebelum melanjutkan jenjang SD.
“Anak-anak harus berani tampil dan berekspresi, salah satunya melalui seni dan musik. Kegiatan ini digelar rutin setiap tahun. Mengundang lima kecamatan di Solo dan dilaksanakan secara bergiliran,” ujarnya.
Hesti menekankan, mempersiapkan anak untuk berani tampil dan berekspresi bukanlah hal mudah. Maka perlu sinergi dan kolaborasi antara guru, orang tua, dan pemerintah kota.
“Melalui kegiatan ini, pemkot hadir untuk memberi wadah. Sebagai ajang ekspresi diri bagi anak-anak. Harapannya dapat meningkatkan kemampuan motorik, serta melatih mental anak untuk tampil di ruang publik,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto