RADARSOLO.COM - Sekira 3.000 penari dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara akan unjuk gigi dalam helatan 24 Jam Menari, yang digelar Institut Seni Indonesia (ISI) Solo, 29-30 April 2026.
Ribuan penari tersebut akan tampil dalam rangkaian pertunjukan selama 24 jam nonstop.
Menjadikan ajang ini sebagai salah satu perayaan Hari Tari Dunia terbesar di Indonesia.
Mengusung tema “Tanpa Batas: Menembus Medan Budaya”, helatan ini menampilkan keberagaman ekspresi tari yang melampaui sekat geografis, tradisi, dan identitas.
“Tahun ini persiapan sudah 95 persen. Kami terus berkoordinasi dengan tim lapangan dan teknisi agar acara berjalan maksimal,” ujar ketua pelaksana kegiatan Eko Supandi saat jumpa pers di Teater Kecil ISI Surakarta, Jumat (24/4).
Ia menambahkan, sekitar 54 sanggar akan terlibat dalam festival ini. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari mancanegara seperti Amerika, Jerman, dan Singapura.
“Ada sekitar 54 sanggar dengan total penari kurang lebih 3.000 penari. Di antaranya berasal dari luar negeri, Amerika, Jerman, dan Singapura,” jelasnya.
Eko menjelaskan, rangkaian kegiatan juga akan dimeriahkan oleh pertunjukan tari dari Pura Mangkunegaran, dance department summit meeting yang diikuti 12 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, bazar industri kreatif, hingga penutupan dan orasi budaya.
Sembilan penari akan tampil menari selama 24 jam tanpa henti, membawakan berbagai karya tari unggulan.
"Tahun ini, para Penari 24 Jam juga menjadi bagian dari program MTN IkonInspirasi, salah satu inisiatif Manajemen Talenta Nasional (MTN) Seni Budaya yang dikelola oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai upaya mendukung pengembangan talenta seni berdaya saing global," jelas Eko.
Menariknya, tahun ini penyelenggaraan turut menggandeng penari disabilitas sebagai bagian dari semangat inklusivitas.
“Tahun ini kami juga menggandeng teman-teman disabilitas agar panggung ini benar-benar menjadi ruang bersama,” tambahnya.
Perhelatan yang telah berlangsung sejak 2007 ini juga akan menghadirkan kilas balik perjalanan melalui arsip dan poster, termasuk catatan 73 penari yang pernah tampil dalam kategori 24 jam nonstop.
“Tahun ini kita juga akan membongkar berbagai peristiwa sejarah melalui poster-poster sejak awal penyelenggaran,” ungkapnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto