RADARSOLO.COM - SMP Khusus Olahraga (SKO) Solo menggelar sosialisasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di kawasan car free day (CFD), Minggu (26/4).
Selain mengenalkan program, SKO juga menampilkan kemampuan para atlet untuk menarik minat masyarakat.
Kepala SKO Solo Bambang Sigid Pramono mengatakan, sosialisasi SPMB SKO ini dilakukan hingga 30 April 2026 di area car free day. Kegiatan ini menjadi upaya untuk mendekatkan informasi kepada masyarakat secara langsung.
“Melalui CFD ini kami ingin memberikan gambaran kepada masyarakat terkait SKO, baik dari sisi program maupun proses penerimaan siswa baru,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pendaftaran SPMB SKO akan dibuka pada 4 hingga 8 Mei 2026. Dalam proses seleksi, calon siswa akan melalui beberapa tahapan, di antaranya seleksi administrasi, tes kesehatan, tes psikologi, serta tes fisik.
“Tes fisik ini menilai kekuatan, kelincahan, dan daya tahan tubuh. Selain itu, ada juga tes khusus sesuai cabang olahraga yang dipilih oleh peserta,” jelasnya.
Menurut Bambang, seleksi ini dilakukan untuk menjaring siswa yang tidak hanya berbakat, tetapi juga siap menjalani pembinaan olahraga secara intensif.
Adapun cabang olahraga yang tersedia di SKO meliputi atletik, renang, tenis, tenis meja, karate, judo, bola voli, sepak bola, anggar, panahan, dan pencak silat.
Untuk menarik perhatian masyarakat, dalam sosialisasi ini SKO juga menampilkan berbagai atraksi dari siswa, seperti demonstrasi anggar serta teknik bermain sepak bola. Penampilan tersebut tampak menjadi perhatian pengunjung CFD.
“Kami ingin menunjukkan secara langsung hasil pembinaan di SKO, sehingga masyarakat bisa melihat potensi yang bisa dikembangkan di sini,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses pendaftaran tidak dipungut biaya. Bahkan, seluruh fasilitas pendidikan di SKO diberikan secara gratis bagi siswa yang lolos seleksi.
“Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak yang memiliki bakat olahraga agar bisa berkembang tanpa terkendala biaya,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu wali murid Ristanto mengaku tertarik dengan program yang ditawarkan SKO. Karena adanya peluang pengembangan prestasi di bidang olahraga.
“Saya melihat ini peluang bagus untuk anak-anak yang memang punya bakat dan sudah pernah ikut lomba. Anak saya sendiri sering mendapat juara pencak silat,” ujarnya.
Ia berharap, prestasi sang anak dapat lebih optimal dengan bersekolah di sekolah khsusus olahraga.
“Semoga anak-anak yang masuk nanti bisa difasilitasi untuk ikut lomba-lomba, jadi tidak hanya latihan tapi juga punya pengalaman bertanding sebagai atlet,” pungkasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto