RADARSOLO.COM - Peran ibu-ibu wali murid menjadi sorotan dalam Festival TK-PAUD Joyosuran yang mengusung konsep daur ulang sampah.
Di balik meriahnya fashion show anak-anak, tersimpan kreativitas para ibu yang menyulap limbah rumah tangga menjadi kostum unik dan penuh nilai edukasi.
Kegiatan ini terselenggara melalui kerja sama dari pihak sekolah TK Indria Jaya Joyosuran, Bulls S.O.C, serta kelurahan setempat.
Tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat anak, tetapi juga ruang ekspresi bagi para ibu dalam mengolah sampah menjadi karya bernilai. Limbah plastik, kertas LKS bekas, hingga kardus disulap menjadi busana menarik untuk dikenakan sang anak tampil di hadapan publik.
Baca Juga: Hasil Tryout TKA Di Solo Keluar, Ini Daftar 10 Besar SD dan SMP
Founder Bulls S.O.C Dhading Baskoro Wibowo menyampaikan, keterlibatan wali murid menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
Selain sebagai bentuk rasa syukur atas rampungnya renovasi TK Indria Jaya Joyosuran, kegiatan ini juga mendorong kesadaran lingkungan sektor terkecil keluarga.
“Kami melibatkan ibu-ibu PKK, wali murid dan pihak kelurahan agar edukasi pengelolaan sampah bisa dimulai dari rumah. Karena mereka yang paling dekat dengan aktivitas rumah tangga,” ujarnya.
Baca Juga: Puluhan SMP Dan SMA Se Solo Raya meriahkan Olimpiade Humaniora Al Firdaus 2026
Salah satu wali murid Susila Santi mengaku, antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dia bersama ibu-ibu lain harus memutar otak untuk menciptakan kostum dari bahan yang biasanya hanya dibuang atau ditukarkan di pasar.
"Biasanya sampah plastik kita kumpulkan dan kita tukar di pasar dengan tempe atau lombok. Kali ini kita manfaatkan untuk jadi kostum anak," ujarnya.
Dia membuat kostum dari buku LKS bekas, lem tembak kardus dan plastik sebagai bahan dasarnya.
Menurut Santi, proses pembuatan kostum tidak selalu mudah. Beberapa ibu bahkan mengerjakan hingga larut malam demi menghasilkan karya terbaik bagi anak-anak mereka.
“Ada yang buat mendadak semalam, ada juga yang sudah menyiapkan jauh hari. Bahannya dari sampah yang paling sering ada di rumah, jadi sekalian belajar mengolah sampah dengan daur ulang,” jelasnya.
Selain melatih kreativitas orang tua, kegiatan ini juga membuka wawasan para ibu tentang pentingnya memilah dan memanfaatkan sampah.
"Sekarang kita jadi belajar memilah sampah, karena kalau tidak, pihak kebersihan tidak mau mengambil sampah yang belum dipilah," terangnya.
Workshop pengolahan sampah yang digelar juga turut memperkuat pemahaman tersebut. Susila berharap ibu-ibu bisa lebih terampil dalam memilah sampah serta memanfaatkan limbah sekali pakai.
“Dari sini juga mengajarkan kami bagaimana mengelola sampah dengan cara sederhana,” pungkasnya. (alf/nik)
Editor : fery ardi susanto