Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Ujian Terbuka Doktor PAI UNU Surakarta: Ummu Habibah Angkat Moderasi Beragama di Kampus

Alfida Nurcholisah • Selasa, 28 April 2026 | 19:51 WIB

LEGA: Ummu Habibah mengikuti ujian terbuka promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

LEGA: Ummu Habibah mengikuti ujian terbuka promosi doktor Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta menggelar ujian terbuka promosi doktor dengan peserta Ummu Habibah. Dalam sidang tersebut, dia mempresentasikan disertasi berjudul 'Implementasi Penguatan Moderasi Beragama melalui Pembinaan Mahasiswa UIN Kyai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Tahun 2021-2025'.

Ujian terbuka dipimpin langsung oleh Rektor UNU Surakarta Mufrod Teguh Mulyo selaku ketua sidang, dengan menghadirkan dewan penguji dari kalangan akademisi di ruang Aula UNU Surakarta, Selasa (28/4).

Dalam forum ilmiah tersebut, Ummu Habibah dinyatakan mampu mempertahankan disertasinya dengan baik serta berhasil menjawab berbagai pertanyaan dan masukan dari dewan penguji.

Ummu Habibah menjelaskan, penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya fenomena intoleransi dan diskriminasi berbasis agama di masyarakat. Dia mengutip studi Wahid Institute yang menyebut sekira 7,1 persen masyarakat Indonesia rentan terhadap paham radikal. Selain itu, terjadi peningkatan sikap intoleransi dari 46 persen menjadi 54 persen, atau setara sekira 600.000 orang.

“Fenomena ini dipicu salah satunya oleh pemahaman agama yang cenderung literal, kaku, dan eksklusif, sehingga mengabaikan konteks sosial serta nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah telah mendorong penguatan moderasi beragama sebagai strategi untuk menekan laju intoleransi, termasuk melalui peran Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama dapat dilakukan secara terintegrasi melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler di lingkungan kampus. Pada aspek intrakurikuler, materi moderasi beragama diberikan dalam perkuliahan sebanyak 2 SKS.

Selain itu, kegiatan pengenalan budaya akademik dan kemahasiswaan (PBAK) juga menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai moderasi beragama kepada seluruh mahasiswa baru. Di sisi lain, penguatan dilakukan melalui kegiatan pengabdian masyarakat dengan tema moderasi beragama.

Sementara pada aspek kokurikuler, kampus membentuk Rumah Moderasi Beragama yang melibatkan sekira 50 instruktur bersertifikasi dari dosen dan tenaga kependidikan. Mereka berperan sebagai narasumber dan fasilitator dalam berbagai kegiatan mahasiswa, mulai dari seminar, lokakarya, diskusi, hingga pelatihan intensif di lingkungan kampus dan masyarakat sekitar.

Melalui berbagai program tersebut, Ummu Habibah menegaskan, moderasi beragama tidak hanya menjadi konsep, tetapi dapat diimplementasikan secara sistematis dalam pembinaan mahasiswa. (alf/nik)

Editor : Niko auglandy
#Doktor #UNU #pendidikan agama islam