Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

SPMB Kelas PK Dibuka 4-Mei 2026 Di SMPN 24 Dan SMPN 25 Solo, Kuota Dibatasi 150 Murid, Simak Syarat-Syaratnya

Alfida Nurcholisah • Kamis, 30 April 2026 | 17:21 WIB
Ilustrasi SPMB di SMPN 24 Solo, tahun ajaran 2025/2026 lalu. SMPN 24 dan SMPN 25 Solo terpilih untuk kelas program khusus pada SPMB tahun ajaran 2026/2027 ini. (M IHSAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi SPMB di SMPN 24 Solo, tahun ajaran 2025/2026 lalu. SMPN 24 dan SMPN 25 Solo terpilih untuk kelas program khusus pada SPMB tahun ajaran 2026/2027 ini. (M IHSAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) kelas program khusus (PK) dibuka 4-8 Mei 2026 mendatang. 

Nantinya, kelas PK akan menempati SMPN 24 dan SMPN 25 Solo.

Terkait calon murid, diprioritaskan dari keluarga miskin (gakin) dengan syarat memiliki kecerdasan istimewa.

Kasi Manajemen Pendidikan Menengah (MPM) Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Anik Indriyani menjelaskan, program ini implementasi dari amanat Undang-Undang (UU) Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas) Pasal 5 ayat 4.

Baca Juga: Sambangi UMS, Wakil Ketua MPR RI Soroti Paradoks Energi dan Krisis Iklim

Menegaskan bahwa negara wajib hadir dalam memberikan layanan pendidikan sesuai kebutuhan anak.

“Melalui program ini, kami memfasilitasi siswa di kelas khusus yang berlokasi di SMPN 24 dan SMPN 25 Solo, melalui metode pembelajaran yang berbeda,” jelas Anik, Kamis (30/4).

Metode pembelajaran di kelas PK dirancang lebih komprehensif. Meliputi sistem moving class, homestay di rumah warga, hingga pembinaan karakter seperti kesamaptaan.

Baca Juga: SD Kanisius Pucangsawit Jadi Pionir Edukasi Pangan dan Karakter, Bakal Diadopsi Sekolah-Sekolah Negeri di Solo

Program ini juga menekankan integrasi pembelajaran antara sekolah dan lingkungan rumah. Sehingga dalam proses seleksi, ada sesi wawancara dengan orang tua calon murid.

“Calon murid wajib mengikuti tes kemampuan akademik (TKA) SD. Disdik juga bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk tes psikologi dan pengukuran IQ. Batas minimal kategori rapid learner sekira 120,” imbuh Anik.

SPMB PK juga memprioritaskan prestasi akademik seperti olimpiade sains atau IPAS sebagai nilai tambah.

“Ada juga syarat fisik berupa tinggi badan minimal 145 cm untuk putra dan 143 cm untuk putri. Ini sebagai bekal jika siswa ingin melanjutkan ke Sekolah Garuda atau Taruna Nusantara,” bebernya.

Anik menambahkan, seleksi juga mencakup tes ketahanan belajar untuk mengukur konsistensi siswa. Termasuk komitmen orang tua dalam mendukung penerapan jam belajar di rumah.

“Tahun ini kuotanya 150 siswa. Masing-masing 75 siswa di SMPN 24 dan SMPN 25. Program ini gratis bagi siswa berprestasi," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Kota Solo Dwi Ariyatno mengaku program ini dirancang untuk membuka akses pendidikan berkualitas bagi siswa berpotensi.

Baca Juga: Profil 5 SMP Terbaik di Solo Peraih Nilai Tertinggi Tryout TKA 2026: Dominasi Sekolah Swasta dan Unggulan

Khususnya dari keluarga ekonomi menengah ke bawah.

“Ini bentuk keberpihakan pemerintah. Anak-anak yang punya potensi tapi secara ekonomi terbatas, harus didukung pemerintah agar bisa berkembang maksimal,” tegasnya.

Meski terbuka untuk umum, prioritas tetap diberikan kepada siswa dalam kota. Pendaftar dari luar daerah dibatasi maksimal 5 persen dari total kuota.

“Kami ingin memastikan manfaat program ini benar-benar dirasakan masyarakat Kota Solo. Sementara bagi keluarga mampu, masih banyak alternatif sekolah lain, termasuk swasta,” paparnya. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#kelas program khusus siswa berprestasi di solo #spmb 2026 #SMPN 25 Solo #disdik kota solo #smpn 24 solo