Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS Bangkitkan Asa Batik Ciprat Gonoharjo Kendal melalui Inovasi Teknologi dan Desain

Tri wahyu Cahyono • Minggu, 3 Mei 2026 | 19:12 WIB
Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis/S-1 Akuntansi UNS yang dipimpin Prof. Dr. Rahmawati menggelar Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) untuk bangkitkan kualitas batik ciprat di di Dusun Gono Barat, Desa Gonoharjo, Kabupaten Kendal, Jateng. (DOK.UNS)
Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis/S-1 Akuntansi UNS yang dipimpin Prof. Dr. Rahmawati menggelar Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) untuk bangkitkan kualitas batik ciprat di di Dusun Gono Barat, Desa Gonoharjo, Kabupaten Kendal, Jateng. (DOK.UNS)
RADARSOLO.COM–Di kaki Gunung Ungaran, tepatnya di Dusun Gono Barat, Desa Gonoharjo, Kabupaten Kendal, sebuah gerakan ekonomi inklusif tengah tumbuh.

Dusun yang dikenal dengan udara sejuk dan tanah vulkaniknya yang subur ini kini tidak hanya mengandalkan sektor pertanian.

Tetapi juga menjadi pusat inovasi bagi kerajinan Batik Linggo, khususnya varian Batik Ciprat Gonoharjo.

Baca Juga: UNS Gelar Webinar AI dan Inklusivitas, Hadirkan Ekonom Dunia Daron Acemoglu

Karya dari Problematika Sosial

Batik Ciprat Gonoharjo bukan sekadar kain hias. Produk ini lahir sebagai solusi atas tantangan sosial di wilayah yang berpenduduk sekitar 5.200 jiwa tersebut. 

Guna mengoptimalkan potensi itu, tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis/S-1 Akuntansi UNS yang dipimpin Prof. Dr. Rahmawati menggelar Program Kemitraan Masyarakat Internasional (PKMI) di Kendal, Jateng.

Kegiatan pengabdian masyarakat itu juga melibatkan Prof. Dr. Dwi Prasetyani, Prof. Dr. Asri Laksmi Riani. 

Serta Catur Sugiarto S.E., M.SM.,M.Rech.,Ph.D.,CDMP dan Dr. Desy Nurcahyanti.

Mereka berbagi peran guna mendorong pelaku UMKM batik ciprat di Kendal naik kelas melalui Inovasi teknologi.

Baca Juga: Pengabdian PKM-UNS: Peningkatan Kesadaran dan Deteksi Dini Kanker Serviks melalui Edukasi dan Skrining HPV bagi Nakes dan Masyarakat

Program ini menyasar kaum muda ekonomi lemah, perempuan, dan penyandang disabilitas intelektual. 

Metode "ciprat" dipilih karena tekniknya yang adaptif dan relatif mudah dipelajari, namun tetap mampu menghasilkan motif unik mulai dari abstrak, binatang, hingga wayang.

Meski memiliki potensi besar, para pengrajin di Dusun Gono Barat menghadapi kendala klasik: efisiensi produksi dan dampak lingkungan.

Setiap bulannya, produksi 100 hingga 200 lembar batik menghasilkan limbah pewarna kimia hingga 1.000 liter yang berisiko mencemari tanah dan sumber air alami di sekitarnya.

Sinergi Akademisi dan Teknologi Tepat Guna

Menjawab tantangan tersebut tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS bekerja sama dengan mitra internasional UiTM melakukan intervensi melalui program inkubasi teknologi. 

Baca Juga: Pengabdian Masyarakat Hibah Grup Riset UNS: Menopause Sehat Jembatan Menuju Kehidupan Berkualitas Bersama IIDI

Program ini didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Kendal dan Dinas Koperasi UMKM setempat.

Sejumlah inovasi teknologi yang diterjunkan meliputi:

•    Mesin Feeder Pewarna & Spray Gun: Teknologi pewarnaan semi-otomatis untuk meningkatkan konsistensi motif dan efisiensi bahan.
•    Meja Cap Ergonomis: Dirancang khusus untuk kenyamanan pengrajin disabilitas.
•    Inovasi Absorben Organik: Memanfaatkan limbah bonggol jagung setempat untuk mengolah limbah pewarna agar ramah lingkungan.
•    Digitalisasi Desain & Pemasaran: Pendampingan branding dan penggunaan aplikasi kasir digital untuk manajemen usaha yang lebih rapi.

Riset menunjukkan bahwa penggunaan mesin feeder mampu menekan penggunaan pewarna hingga 20% dan meningkatkan output produksi hingga dua kali lipat.

Metode Pemberdayaan Berkelanjutan

Program ini dijalankan melalui konsep Community Development yang terbagi dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan (3 siklus pelatihan inklusif), dan evaluasi. 

Tim ahli yang terlibat mencakup berbagai disiplin ilmu, mulai dari desain produk (FSRD), ahli kewirausahaan, tata kelola UMKM, hingga pakar pemasaran digital.

Mahasiswa juga turut dilibatkan sebagai co-trainer melalui skema KKN Tematik, yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi sekaligus memberikan pengalaman lapangan nyata.

Dampak Nyata dan Harapan ke Depan

Pemerintah Desa Gonoharjo berkomitmen agar program ini tidak berhenti pada pelatihan saja.

Baca Juga: Grup Riset Dinamika Tata Kelola Kependudukan UNS Laksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di SMP N 16 Surakarta 

Dengan terbentuknya kelompok usaha inklusif, Batik Ciprat Gonoharjo kini mulai merambah pasar yang lebih luas melalui pameran lokal dan platform daring.

Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, program ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan fisik maupun ekonomi bukan penghalang untuk produktif. 

Transformasi dari rutinitas tradisional menuju industri kreatif berbasis teknologi ini diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan dan menjadi model replikasi bagi wilayah lain di Indonesia dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif sesuai target Sustainable Development Goals (SDGs).

Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS mengucapkan terima kasih atas dukungan penuh dari kampus. 

Termasuk dalam hal pendanaan dengan nomor kontrak Nom : 463/UN27.22/PT.01.03/2026. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#tim fakultas ekonomi dan bisnis uns #batik ciprat gonoharjo #kendal #inovasi teknologi #pengabdian masyarakat