Euforia kebahagiaan atas kelulusannya, terpancar dari raut wajah setiap mahasiswa yang mengenakan toga. Acara dimeriahkan berbagai penampilan, seperti drumband, tari, karawitan, hingga perayaan berbagai himpunan mahasiswa turut menghidupkan suasana.
Menariknya, wisuda kali ini dihadiri langsung oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, yang juga tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Teknik Univet.
Rektor Univet Bantara Prof. Dr. Farida Nugrahani M.Hum mengatakan, kehadiran Bupati Wonogiri menjadi motivasi tersendiri bagi sivitas akademika. Menurutnya, hal itu menunjukkan semangat belajar tidak berhenti meski seseorang telah memiliki jabatan maupun gelar pendidikan tinggi.
“Wisuda hari ini sangat istimewa karena Bapak Bupati Wonogiri hadir memberikan motivasi sekaligus menjadi mahasiswa Fakultas Teknik Univet. Beliau percaya kepada Univet sehingga meskipun sudah lulus dari perguruan tinggi negeri di Semarang, beliau bersama putranya kembali belajar di Program Studi Teknik Industri,” ujarnya saat jumpa pers.
Selain Bupati Wonogiri, acara juga dihadiri perwakilan LLDikti Wilayah VI Jawa Tengah yang memberikan motivasi sekaligus arahan terkait pengelolaan perguruan tinggi.
Prof. Farida menyebut, Univet kini telah masuk kategori perguruan tinggi unggul dan tengah mempersiapkan re-akreditasi menuju predikat kampus unggul dari BAN-PT.
“Persyaratannya minimal 30 persen program studi harus unggul. Selain itu jumlah doktor dan lektor kepala kami juga sudah mencukupi. Semoga upaya pengajuan akreditasi unggul bisa segera terealisasi,” katanya.
Ia berpesan kepada para wisudawan agar tidak takut menghadapi perubahan. Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi bagian dari solusi di tengah masyarakat.
“Saya harap para lulusan terus mengembangkan keterampilan dan kemampuan untuk memecahkan masalah. Jangan hanya mencari kerja, tetapi juga menciptakan lapangan pekerjaan baru. Jangan takut gagal,” tegasnya.
Dia menambahkan, pengalaman Univet selama 58 tahun mengelola pendidikan menjadi modal penting untuk terus dipercaya masyarakat. Alumni Univet saat ini telah tersebar di berbagai bidang, mulai dari guru, kepala sekolah hingga pemerintahan daerah.
“Banyak juga mahasiswa kami yang saat wisuda sudah mendapatkan NIP karena diterima sebagai PNS. Itu menjadi komitmen kami menghadirkan lulusan yang memiliki daya jual tinggi,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, mengapresiasi kontribusi Univet Bantara dalam meningkatkan kualitas pendidikan masyarakat Wonogiri. Menurutnya, berbagai kegiatan kampus seperti kuliah kerja nyata (KKN) sangat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Wonogiri menyampaikan apresiasi atas kontribusi Univet Bantara Sukoharjo dalam meningkatkan derajat pendidikan masyarakat Wonogiri,” katanya.
Dia juga memaparkan berbagai program pendidikan gratis yang tengah dijalankan Pemkab Wonogiri. Selain itu, pihaknya juga mengalokasikan anggaran Rp 7,5 miliar setiap tahun untuk beasiswa mahasiswa berprestasi.
“Masing-masing mahasiswa mendapatkan Rp 12 juta dan totalnya bisa diakses sekira 605 mahasiswa setiap tahun. Semua ini untuk meningkatkan kualitas SDM Wonogiri,” tandasnya.
Dia berharap, Univet Bantara Sukoharjo tetap menjadi mitra terbaik Pemkot Wonogiri dalam mencerdaskan anak-anak bangsa. (alf/nik)
Editor : Niko auglandy