Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Dorong Stimulasi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Musik, Ini Masukan dari Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia

Alfida Nurcholisah • Minggu, 10 Mei 2026 | 16:24 WIB
BERI ARAHAN: Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia saat jadi pembicara dalam talkshow di New Solo Grand Mall, Minggu (10/5/2026). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)
BERI ARAHAN: Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia saat jadi pembicara dalam talkshow di New Solo Grand Mall, Minggu (10/5/2026). (ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Musik dinilai sebagai salah satu stimulasi bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Melalui ritme, suara, dan aktivitas seperti bernyanyi dan bermain anak dapat mengembangkan kemampuan sosial dan emosional serta kognitifnya sejak dini. Hal tersebut mengemuka dalam Talkshow Musik sebagai Stimulasi Anak Berkebutuhan Khusus yang diadakan di New Solo Grand Mall, Minggu (10/5/2026).

Ketua Yayasan Sekolah Alam Aminah, Hasto Daryanto menegaskan, usia 0 hingga 9 tahun merupakan fase perkembangan anak yang berlangsung sangat cepat dan bersifat holistik, mulai dari motorik, kognitif, emosional, hingga sosial.

“Jika tidak distimulasi dengan tepat maka bisa terjadi keterlambatan perkembangan anak. Untuk itu orang tua harus berperan sebagai pedagogik atau pendidik untuk menggali kemampuan setiap anak,” ujarnya.

Baca Juga: Halal Bihalal Di SLBN Surakarta Perkuat Akhlak dan Kebersamaan Anak Berkebutuhan Khusus

Menurut Hasto, stimulasi dapat dilakukan secara fisiologis maupun psikologis, termasuk melalui pendekatan seni musik. Anak dengan kebutuhan istimewa maupun bakat khusus juga membutuhkan stimulasi dan asesmen sejak dini agar penanganannya tepat ketika memasuki sekolah inklusi.

Dia menilai musik menjadi salah satu sarana efektif untuk menggali kemampuan sosial dan kognitif anak. Melalui ritme dan suara, anak dapat belajar berinteraksi sekaligus menghargai keberagaman di lingkungan pendidikan inklusi. “Pendekatan kepada anak itu ada tiga, yakni melalui bernyanyi, bercerita, dan bermain,” katanya.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia menyampaikan, Kota Solo telah dikenal sebagai kota inklusi sejak 2013. Komitmen ini diperkuat dengan keberadaan UPTD PLDPI (Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi) yang menjadi pusat layanan bagi anak berkebutuhan khusus.

 “Masyarakat yang membutuhkan pelayanan bisa datang ke PLDPI untuk berbagai layanan fase tumbuh kembang maupun terapi yang bisa dikonsultasikan di sana,” ujarnya.

Baca Juga: Perjuangkan Terapi Seumur Hidup, Forum Buah Hati Berseri Suarakan Hak Anak Berkebutuhan Khusus

Dia menjelaskan, seluruh sekolah negeri di Kota Solo kini telah menjadi sekolah inklusi sehingga anak berkebutuhan khusus memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.

“Anak berkebutuhan khusus bisa mendaftar di sekolah negeri dan tidak boleh ditolak. Namun tetap ada asesmen untuk menyesuaikan kapasitas anak dalam pembelajaran reguler,” katanya.

Selain itu, dia menambahkan, pihaknya juga menjalankan program Sambang PAUD untuk memastikan kualitas layanan pendidikan anak usia dini tetap terjaga. Salah satunya dilakukan di TK Negeri Garuda Gilingan yang telah memiliki guru pendamping khusus berpengalaman menangani ABK setelah mendapatkan pendidikan di Jepang.

Menurutnya, sekolah tersebut dapat menjadi contoh pemberian fasilitas yang ideal bagi ABK. Dia menyebut, sekolah tersebut dilengkapi ruang khusus untuk anak yang mengalami tantrum dengan fasilitas tembok bermatras guna menunjang keamanan dan kenyamanan anak.

"Meski demikian, perlu diakui, Sarpras di sekolah-sekolah untuk ABK masih belum maksimal. Ini masih kami upayakan, kami carikan dana baik dari APBD maupun CSR supaya sekolah-sekolah inklusi di Solo sarprasnya bisa terpenuhi dan berkualitas," pungkasnya. (alf/nik)

Editor : Niko auglandy
#Anak Berkebutuhan Khusus #musik #anak