Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Seminar Hardiknas, Dorong Pembelajaran Inovatif dan Berkesadaran

Alfida Nurcholisah • Selasa, 12 Mei 2026 | 17:33 WIB
ALFIDA NURCHOLISAH/RADAR SOLO

Seminar Hardiknas yang digelar Disdik Kota Solo di Graha Wisata Niaga, Selasa (12/5). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo) Seminar Hardiknas yang digelar Disdik Kota Solo di Graha Wisata Niaga, Selasa (12/5). (Alfida Nurcholisah/Radar Solo)

 RADARSOLO.COM - Dinas Pendidikan Kota Surakarta menggelar seminar pendidikan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Graha Wisata Niaga, Selasa (12/5).

Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi sekaligus evaluasi terhadap kualitas layanan pendidikan di Kota Solo.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo Dwi Aryatno mengatakan, dunia pendidikan saat ini menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap mutu layanan sekolah.

Menurutnya, masyarakat kini tidak hanya menuntut capaian akademik, tetapi juga akuntabilitas, transparansi pelayanan, hingga jaminan bahwa lulusan sekolah memiliki karakter tangguh dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Baca Juga: Perkuat Peran Guru Olahraga, Nutrifood Gelar Pelatihan tentang Pola Hidup Sehat

“Di tengah pusaran perubahan, institusi pendidikan khususnya sekolah dihadapkan pada tingginya tuntutan dan ekspektasi masyarakat terhadap kualitas layanan pendidikan,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kunci utama peningkatan kualitas pendidikan berada di ruang kelas. Menurutnya, metode pembelajaran yang monoton dan hanya berpusat pada ceramah dapat membuat antusiasme siswa menurun.

“Ketika mereka masuk ke ruang kelas yang hanya menyajikan metode ceramah dan monoton, seketika antusias mereka padam.

Baca Juga: Dorong Stimulasi Anak Berkebutuhan Khusus Melalui Musik, Ini Masukan dari Bunda PAUD Kota Solo Venessa Winastesia

Karena itu, sekolah memiliki peran sangat krusial untuk meningkatkan kemampuan guru dalam mengajar dengan metode yang inovatif,” katanya.

Dwi menambahkan, pendidikan perlu menghadirkan pembelajaran yang mampu memantik rasa ingin tahu siswa, membangun motivasi intrinsik, serta mengembalikan kegembiraan dalam belajar.

Sementara itu, Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret (UNS) Imam Sujadi menegaskan, tujuan utama pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, bukan sekadar mencerdaskan otak.

“Tujuan negara kita adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Ini perlu digarisbawahi bahwa kita harus kembali pada tujuan tersebut, bukan hanya mencerdaskan otak,” ujarnya.

Ia menjelaskan konsep pembelajaran mendalam yang saat ini diterapkan tidak semata-mata berkaitan dengan kurikulum, melainkan berangkat dari kesadaran dalam proses pendidikan.

Menurutnya, prinsip pembelajaran berkesadaran berlaku untuk semua pihak dalam dunia pendidikan.

Imam mencontohkan kebijakan membaca 15 menit sebelum pembelajaran yang pernah diterapkan pada 2015.

Baca Juga: Dana Abadi Alumni UNS Diluncurkan, Perkuat Keberlanjutan Pendidikan Berkualitas dan Beasiswa Mahasiswa

Ia mempertanyakan apakah budaya tersebut tetap berjalan meski aturan resminya sudah tidak lagi diberlakukan.

“Ini menjadi refleksi bagi kita semua dalam konsep berkesadaran,” katanya.

Terakhir, ia menegaskan pentingnya peran guru sebagai fasilitator dalam memenuhi capaian pembelajaran siswa.

Guru dinilai harus percaya pada potensi setiap siswa, terbuka terhadap inovasi dan perubahan, serta terus disiplin dalam belajar. (alf/fer)

Editor : fery ardi susanto
#seminar hardiknas #hardiknas #disdik solo #kota solo