RADARSOLO.COM – Program Studi (Prodi) Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah (UMS) menggelar forum yang menghadirkan sejumlah mitra industri di Solo Raya, Rabu (13/5).
Bertujuan untuk mendongkrak kompetensi lulusan FEB, agar siap terjun di dunia industri.
Sejumlah instansi hadir dalam forum tersebut. Di antaranya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Bank Indonesia (BI), hingga Bank Mega Syariah.
Dekan FEB UMS Muzakar Isa menegaskan, pembaruan kurikulum menjadi bagian penting dalam menjaga relevansi lulusan dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Baca Juga: Jelang SPMB, Sekolah Swasta Di Solo Adu Program Gaet Murid
“Kegiatan seperti ini wajib. Karena kami di fakultas harus mengubah kurikulum selama empat tahun sekali, untuk menyesuaikan dengan standar lulusan nasional,” jelasnya.
Isa menambahkan, Prodi Akuntansi harus mampu menyesuaikan kebutuhan pembelajaran dengan realitas dunia kerja yang terus berkembang.
“Prodi Akuntansi harus menyesuaikan dengan kepentingan dan kebutuhan yang ada di lapangan kerja. Kami dari fakultas juga akan mendukung hal tersebut, untuk mendukung lulusan yang siap pakai,” imbuhnya.
Baca Juga: Baru Pertama Saksikan FLS3N Jenjang SMP, Wawali Astrid Kesengsem Aksi Panggung Peserta
Ketua Prodi Akuntansi FEB UMS Mahameru Rosy Rochmatullah turut memaparkan selayang pandang kurikulum dan mata kuliah yang saat ini berjalan di Prodi Akuntansi FEB UMS.
“Kurikulum prodi akuntansi FEB UMS dirancang untuk menghasilkan akuntan profesional yang berintegritas, adaptif, dan siap menghadapi kebutuhan kerja nasional maupun global,” jelasnya.
Diskusi berlangsung aktif dengan berbagai saran dan masukan dari para tamu undangan. Salah satu isu yang banyak disoroti yakni pentingnya penguatan mata kuliah bisnis digital di tengah perkembangan teknologi saat ini.
Sementara itu, Koordinator Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) Didik Prasetyanto mengaku proses kerja sama dengan mitra industri diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen semata.
“Tetapi bisa lanjut dengan program-program nyata seperti magang, praktisi mengajar, rekrutmen alumni, maupun kegiatan kolaboratif lainnya. Sehingga memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” bebernya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto