Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Aturan Baru Sudutkan Guru Honorer, Disdik Solo Pasang Badan, Jamin Tetap Bisa Mengajar

Silvester Kurniawan • Jumat, 15 Mei 2026 | 18:13 WIB
Ilustrasi guru mengajar di dalam kelas. (AI GENERATED)
Ilustrasi guru mengajar di dalam kelas. (AI GENERATED)

RADARSOLO.COM – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Solo bakal menjamin keberlanjutan nasib guru honorer atau non-ASN di Solo.

Mengingat banyak yang saat ini telah aktif mengajar dan memiliki tanggung jawab besar di sekolah masing-masing.

Kepala Disdik Kota Solo Dwi Ariyatno memastikan, mereka tetap dipekerjakan tahun depan.

Artinya, mereka tidak perlu khawatir dengan Surat Edaran (SE) Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026, yang isinya hanya menjamin nasib guru Non-ASN hingga akhir tahun.

”Kalau tidak mampu menyediakan yang kami butuhkan, (guru honorer) tetap kami pertahankan. Daripada sekolah tidak ada yang mengajar, murid tidak dapat hak belajar, jadi guru Non-ASN tetap kami pertahankan,” tegas Dwi, Jumat (15/5).

Baca Juga: 418 Calon Siswa Berebut 150 Kursi Kelas PK SMPN 24 Dan SMPN 25 Solo, Hasil Psikotes Jadi Penentu

Data saat ini, terdapat 154 guru honorer yang aktif mengajar di sejumlah sekolah di Solo.

Hingga saat ini, Disdik Kota Solo masih mengambil sikap akan mempertahankan mereka. Sebab belum ada solusi dari pemerintah pusat untuk mengisi kekosongan guru atau tenaga pendidik di Kota Solo.

Baca Juga: Kertara, Sabun Cuci Tangan Antibakteri dari Bahan Alami Karya Siswa SMPN 13 Solo, Bisa Dibeli Di Koperasi

”Banyak guru non-ASN yang aktif mengajar dan memiliki tanggung jawab sebagai guru mata pelajaran ataupun guru kelas. Kalau di kemudian hari tidak boleh lagi harus ada pengganti dari ASN,” kata dia.

Di sisi lain, persoalan kekosongan tenaga guru di Solo juga cukup tinggi karena adanya guru ASN yang pensiun hingga 250 formasi.

Jika ditambahkan dengan yang berstatus non-ASN kebutuhan tenaga pendidik di Solo mencapai 400 orang.

”250 orang itu yang kosong sampai Desember 2025, belum ditambah yang kosong awal 2026 ini. Kalau yang 154 guru non-ASN tidak boleh diteruskan artinya harus ada rekrutmen 400 orag lebih untuk mengganti. Ini menjadi persoalan mengingat sampai sekarang belum ada informasi perihal rekrutmen ASN untuk formasi guru dari pemerintah pusat,” bebernya.

”Untuk sementara ada kerjasama dengan Pendidikan Profesi Guru dari UNS untuk mengisi kekosongan dengan skema magang. Ini untuk mengisi kekosongan 150 orang di Januari-Juni 2025,” terang Dwi.

Baca Juga: Jelang SPMB, Sekolah Swasta Di Solo Adu Program Gaet Murid

Terpisah, Wali Kota Solo Respati Ardi membenarkan adanya persoalan kekosongan guru yang cukup besar di Kota Solo.

Maka sektor pendidikan akan menjadi hal yang diutamakan dalam kebijakan penganggaran yang diambil Pemkot Solo.

Pemkot memastikan gaji tenaga pendidikan tetap berada di atas UMR Kota Solo termasuk bagi yang berstatus Non-ASN.

Mandatory spending pendidikan itu kan 20 persen, kami kuat dan mampu untuk itu. Untuk permohonan CPNS kami utamakan untuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan. Jadi harus diisi jika ada kekosongan,” tegas Respati. (ves/adi)

Editor : fery ardi susanto
#SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 #guru honorer #disdik kota solo #Guru Non ASN