RADARSOLO.COM – Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah gencar sosialisasi sistem penerimaan murid baru (CPMB) tahun ajaran 2026/2027.
Sosialisasi menyasar seluruh kepala sekolah (kasek) SMA/SMK, serta SLB negeri maupun swasta se Solo dan Sukoharjo, Senin (18/5).
Cabdin VII tegaskan SPMB harus transparan, objektif, dan tanpa praktik titipan.
Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VII Jateng Agung Wijayanto menegaskan, mekanisme SPMB baru akan diluncurkan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi di Klaten, Selasa (19/5).
Baca Juga: Aturan Baru Sudutkan Guru Honorer, Disdik Solo Pasang Badan, Jamin Tetap Bisa Mengajar
Menurut Agung, tahun ini tidak ada penambahan rombongan belajar (rombel). Artinya, daya tampung sekolah negeri sama seperti tahun sebelumnya.
“SPMB tahun ini tidak ada perubahan daya tampung. Daya tampung SMAN 3.276 siswa, SMKN 5.092 siswa, dan sekolah kemitraan 144 siswa,” jelas Agung.
Agung juga meminta musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) SMA/SMK serta SLB di Solo dan Sukoharjo, agar aktif sosialisasi ke SMP dan MTs di wilayah masing-masing serta supaya informasi SPMB tersampaikan dengan baik.
Baca Juga: 418 Calon Siswa Berebut 150 Kursi Kelas PK SMPN 24 Dan SMPN 25 Solo, Hasil Psikotes Jadi Penentu
Menurutnya, SPMB diharapkan menjadi momentum bagi sekolah swasta untuk membangun sistem penerimaan yang lebih tertata dan transparan.
“Dipastikan no jastip (jasa titip) itu betul-betul dilaksanakan. Jadi, dari satuan pendidikan swasta jangan khawatir. Kami betul-betul menjaga integritas penyelenggaraan SPMB,” tegas Agung.
Agung menambahkan, prinsip penyelenggaraan SPMB mengedepankan objektivitas, transparansi, akuntabilitas, nondiskriminasi, dan keadilan.
Tahun ini, terdapat sejumlah perubahan mekanisme. Salah satunya perubahan data DTKS menjadi DTSEN, serta penambahan tes kemampuan akademik (TKA) sebagai komponen penilaian.
“Kalau dulu nilai rapor dan prestasi atau organisasi, sekarang ditambah TKA. Penilaiannya masing-masing 50 persen untuk jalur prestasi. Bagi yang tidak ikut TKA, bisa melalui jalur domisili dan afirmasi,” beber Agung.
Di Jateng, jumlah lulusan tahun ini mencapai 567.500 siswa, dengan daya tampung SMA/SMK negeri 40,77 persen. Sedangkan di Cabdin VII terdapat 20,5 ribu lulusan.
“Di Solo lulusannya 10.119 siswa, daya tampungnya bisa 8 ribu-an. Artinya, 2000-an siswa sudah cukup banyak yang bisa ditampung swasta. Kemampuan sekolah negeri di Solo 80 persen," imbuhnya.
Sementara itu, sejumlah sekolah swasta di Solo masih menjalin kemitraan dengan pemerintah dalam SPMB. Di antaranya SMA Muhammadiyah 2, SMA Muhammadiyah 3, SMK Bhinneka Karya, serta SMK Wijayakusuma.
“Sekolah swasta yang bermitra ini bisa mengakses. Jadi, mereka terlibat secara langsung. Ini upaya untuk memenuhi kuota afirmasi, baik di sekolah negeri maupun swasta,” jelasnya. (alf/fer)
Editor : fery ardi susanto